Minggu, 15 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Sebut Putin Gagal karena Mau Ikut Kesepakatan Ekspor Gandum Lagi

Update perang hari ke-253, Kamis (3/11/2022): Zelensky sebut Putin U-turn pada kesepakatan ekspor gandum Ukraina sebagai kegagalan agresi Rusia.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Sebut Putin Gagal karena Mau Ikut Kesepakatan Ekspor Gandum Lagi
Kolase The Guardian | France24
Kiri: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat pidato kenegaraan pada Senin (14/3/2022) atau hari ke-19 perang. Kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-253 pada Kamis (3/11/2022): Zelensky menyebut Putin U-turn atau putar balik pada kesepakatan ekspor gandum Ukraina sebagai 'kegagalan agresi Rusia'. 

Dalam perang yang berlangsung sejak Februari 2022 ini, “Kremlin mengatakan bahwa mereka menuntut jaminan keamanan dari Ukraina”, sebut Zelensky.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-251: Armadanya Diserang, Putin Tarik Kesepakatan Ekspor Gandum

“Dua ratus lima puluh dua hari yang lalu Rusia menuntut jaminan keamanan dari Amerika Serikat." lanjutnya

“Ini benar-benar perubahan yang mencolok. Ini menunjukkan kegagalan agresi Rusia dan seberapa kuat Anda dan saya ketika kita tetap bersatu.” imbuh Zelensky.

Keputusan Rusia untuk bergabung kembali dengan koridor biji-bijian PBB telah dilihat sebagai putaran balik yang memalukan oleh Ukraina dan sekutu Baratnya.

“Putin sekali lagi dipermalukan pemeras Kremlin sekali lagi menjadikan dirinya bahan tertawaan di seluruh dunia dan mundur,” tutur Anton Gerashchenko, penasihat presiden senior untuk Zelensky, pada Rabu malam.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-250: Angkatan Laut Putin Diserang, Kapal Utama Rusia Rusak

Sementara itu, Mykhalio Podolyak, penasihat senior Zelensky lainnya, menggambarkan Rusia sebagai “penjudi di kasino yang telah beruntung beberapa kali” tetapi “habis-habisan dan kalah”.

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverley juga mengatakan Putin menyadari dia "menembak dirinya sendiri di kaki" dengan menghentikan kapal memasuki pelabuhan Ukraina.

“Putin harus berhenti menggunakan makanan sebagai senjata,” kata Cleverley.

“Inisiatif gandum sekarang harus diperpanjang melampaui November tanpa hambatan Rusia lebih lanjut.” tambahnya.

Baca juga: Apa Itu Rudal? Misil yang Dipakai Rusia untuk Hujani Ukraina hingga Akibatkan Krisis Energi

Andrey Sizov, Kepala Konsultan Pertanian Sovecon yang berfokus pada Rusia, mengatakan keputusan Moskow adalah "perubahan haluan yang tidak terduga".

Namun kesepakatan itu tetap goyah mengingat ketidakpastian tentang apakah itu akan diperpanjang melewati tanggal 19 November 2022 nanti.

Meski demikian, Amerika Serikat turut menyambut baik pemulihan kesepakatan ekspor gandum Ukraina itu dan mendesak Rusia untuk memperbaruinya akhir bulan ini.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price memuji mediator PBB dan Turki tetapi mengatakan penting bahwa kesepakatan itu “tidak hanya mundur, tetapi juga diperbarui akhir bulan ini.”

Menlu AS Antony Blinken jugaberterima kasih kepada Turki atas upayanya dan mengingatkan Rusia tentang “pentingnya kepatuhan berkelanjutan terhadap perjanjian yang ditengahi PBB dan komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan global."

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved