Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026

Brigadir J

Akui Kesulitan Usut Kasus Brigadir J Gegara Skenario Ferdy Sambo, Kapolri: Penyidik Sempat Takut

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ungkap rintangan dan kesulitan yang dialami penyidik saat awal-awal mengusut kasus Brigadir J-Ferdy Sambo.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Akui Kesulitan Usut Kasus Brigadir J Gegara Skenario Ferdy Sambo, Kapolri: Penyidik Sempat Takut
YouTube Kompas TV
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam program Satu Meja bersama Jurnalis Senior Harian KOMPAS Budiman Tanuredjo yang tayang di kanal YouTube KOMPASTV pada Kamis (8/9/2022). Dalam kesempatan ini, Listyo Sigit mengungkap kesulitan yang dialami tim khusus saat awal-awal mengusut kasus penembakan di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) yang menewaskan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap kesulitan yang dialami tim khusus saat mengusut kasus penembakan Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Jenderal Listyo mengakui bahwa timsus Polri bentukannya mengalami kesulitan pada saat awal-awal menyelidiki kasus tewasnya Brigadir J yang ternyata didalangi oleh Ferdy Sambo.

Pasalnya Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat Kadiv Propam dan merupakan Jenderal Polisi bintang dua, membuat skenario untuk menutupi kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Baca juga: Apa Itu Lie Detector, Alat yang Dipakai Polri Untuk Uji Kejujuran Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Hingga akhirnya Jenderal Listyo memutuskan untuk menonaktifkan Ferdy Sambo dari posisi Kadiv Propam Polri.

"Untuk Sambo, kita nonaktifkan pada saat itu," ujar Jenderal Listyo dalam Program Satu Meja bersama Jurnalis Senior Harian KOMPAS Budiman Tanuredjo seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube Kompas TV, Kamis (8/9/2022).

"Kita nonaktifkan karena kami juga mendapatkan informasi-informasi bahwa ada kesulitan dari Timsus pada saat itu untuk bisa bekerja dalam baik," sambungnya.

Jenderal Listyo juga mendapati adanya tindakan menghalang-halangi hingga intimidasi terhadap penyidik saat mengusut kasus penembakan di rumdin Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Baca juga: Langgar Beberapa Pasal, Kombes Agus Nurpatria Tak Hanya Rusak CCTV TKP Pembunuhan Brigadir J

"Kemudian saya dalami dan ternyata memang saya mendapatkan informasi bahwa ada upaya untuk menghalang-halangi, mengintimidasi, bahkan membuat cerita-cerita di luar yang dilakukan untuk memperkuat skenario yang bersangkutan ke banyak oranglah, kepada orang-orang yang dianggap memiliki pengaruh," beber Jenderal Listyo.

Jenderal Listyo menyebut bahwa pada saat itu penyidik sempat merasa takut dengan adanya intimidasi terkait Ferdy Sambo tersebut.

"Penyidik pun saat itu sempat takut karena ada bahasa-bahasa bahwa mereka semua nanti akan berhadapan dengan yang bersangkutan," ungkap Jenderal Listyo.

Mengetahui bahwa proses penyidikan kasus penembakan Brigadir J yang dibarengi intimidasi, Jenderal Listyo lantas mengambil langkah untuk merombak jabatan di Mabes Polri.

Baca juga: Imbas Skenario Penembakan Brigadir J Karangan Ferdy Sambo, 3 Kapolda Bakal Diperiksa Timsus Polri

"Sehingga dari situ kita putuskan 25 orang pada saat itu termasuk yang bersangkutan untuk kita mutasi demosi dan kita ganti dengan pejabat yang baru," jelas Jenderal Listyo.

Setelah itu, kata Jenderal Listyo, proses penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo akhirnya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

"Alhamdulillah begitu kita ganti saat itu proses mulai berjalan lancar, mulai terbuka kemudian kejanggalan-kejanggalan yang pada saat itu kita dapat, itu mulai bisa terjawab," tutur Jenderal Listyo.

Adapun kini Ferdy Sambo telah dijatuhi sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat dari Polri.

Baca juga: Begini Alasan Polri Belum Periksa 3 Kapolda yang Diduga Sebarkan Skenario Ferdy Sambo

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved