Arti Kata

Apa Itu Lie Detector, Alat yang Dipakai Polri Untuk Uji Kejujuran Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Ferdy Sambo dan para tersangka lainnya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J diperiksa menggunakan lie detector. Apa itu lie detector?

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase YouTube Kompas TV | Instagram @divpropampolri
Eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi beserta para tersangka dan saksi dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J melakukan pemeriksaan menggunakan lie detector di Puslabfor Polri di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Apa itu lie detector? 

TRIBUNGORONTALO.COM - Bareskrim Polri kembali memeriksa para tersangka dan saksi kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J).

Pemeriksaan tersangka dan saksi kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo ini dilakukan dengan menggunakan lie detector.

Tersangka Richard Eliezer (Bharada E), Ricky Rizal (Bripka RR), dan Kuat Maruf telah diperiksa menggunakan lie detecetor pada Senin (5/9/2022).

Sedangkan tersangka Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo beserta saksi yakni asisten rumah tangga mereka bernama Susi diperiksa dengan menggunakan lie detector pada Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Apa Itu Officium Nobile, Istilah yang Buat Firdaus Oiwobo Tak Takut Lawan Hotman Paris-Pesulap Merah

Kemudian untuk Ferdy Sambo, pemeriksaan menggunakan lie detector dilakukan pada Rabu (7/9/2022) kemarin.

Adapun pemeriksaan dengan menggunakan lie detector terhadap para tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J itu dilakukan di Puslabfor Polri di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Apa Itu Lie Detector?

Diwartakan TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KompasTV, pemeriksaan menggunakan lie detector dilakukan untuk menguji tingkat kejujuran para tersangka.

Baca juga: Apa Itu Blunder? Penilaian Pengacara Brigadir J untuk Komnas HAM karena Buka Kasus Pelecehan Seksual

Lie detector adalah alat pendeteksi kebohongan pada manusia dengan menggunakan mesin polygraph.

Polygraph sendiri merupakan perangkat yang mengumpulkan dan menganalisis respons fisiologis manusia melalui sensor yang secara fisik terhubung ke individu yang diperiksa oleh sistem.

Menurut Ahli Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menguji tingkat kejujuran tersangka menggunakan lie detector belum tentu akurat.

"Jadi lie detector boleh di penyidikan untuk menguji pengakuannya jujur atau tidak," ujar Abdul seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KompasTV, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Jadi Tiket Yunus Pasau Kembali Kuliah di UNG, Apa Itu Paper?

"Tetapi di pengadilan, kejujuran itu akan diuji dengan banyaknya saksi, banyaknya pihak yang memberikan keterangan, ditambah juga dengan ahli," jelasnya.

Abdul menilai pengujian kebohongan atau kejujuran tersangka lebih efektif saat dalam proses persidangan pengadilan daripada hanya menggunakan lie detector.

Pasalnya, kata Abdul, pengakuan tersangka di pengadilan akan diuji dengan keterangan para saksi dan ahli yang dihadirkan.

"Pengujian di pengadilan itu akan lebih efektif dan akurat ketimbang cuma menggunakan lie detector. Karena lie detector itukan cuma menguji dia bohong atau tidak," ungkap Abdul.

"Kalau di pengadilan, bohong tidaknya itu diuji oleh keterangan saksi yang lain dan keterangan ahli," tandasnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved