Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-192: Kyiv Klaim Pukul Mundur Pasukan Putin di Wilayah Kherson
Kondisi terkini perang Sabtu (3/9/2022): Ukraina klaim serangan balasannya di wilayah Kherson berhasil pukul mundur dan rugikan pasukan Rusia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Donetsk-Ukraina-pada-Rabu-27-Juli-2022.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Sabtu(3/9/2022) terhitung telah berlangsung 192 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah menuduh Ukraina mengklaim bahwa tentaranya akhirnya dapat memukul mundur pasukan Rusia di sekitar wilayah Kherson dan membuat kerugian signifikan dalam serangan balasan yang dilancarkan.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasinya ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Putin juga menyebut invasi tersebut sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-191: Pasukan Putin Kawal IAEA saat Kunjungi PLTN Zaporizhzhia
Konflik antar negara bertetangga tersebut hingga kini terus berlanjut dan belum terlihat tanda-tanda akan segera berakhir.
Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia-Ukraina bisa berlangsung selama beberapa tahun.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-192 perang Rusia dengan Ukraina:
- Perusahaan energi Rusia Gazprom mengumumkan bahwa pipa Nord Stream 1 tidak akan dimulai kembali sesuai jadwal pada Sabtu, dengan alasan kerusakan turbin.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-190: Pasukan Zelensky Terus Beri Serangan Balasan di Kherson
CEO Gazprom Alexei Miller, mengindikasikan bahwa Siemens tidak dapat melakukan perbaikan karena sanksi.
Sedangkan Kepala Juru Bicara Komisi Eropa, Eric Mamer, mengatakan Gazprom sedang melakukan penutupan "dengan dalih yang keliru".
- Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi yang kembali dari kunjungan pertama ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia mengatakan enam ahli tim tetap di lokasi untuk melanjutkan pekerjaan.
Kepada wartawan, Grossi berkata bahwa misi tersebut akan menghasilkan laporan awal minggu depan tentang temuannya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-189: Pasukan Vladimir Putin Terkecoh Peluru Palsu dari Kayu
Grossi juga mengatakan operasi militer meningkat di wilayah pabrik, "yang sangat mengkhawatirkan saya".
Selain itu, Grossi menyatakan kehadiran militer tidak tersedia ketika dia meminta untuk berbicara dengan mereka tentang pusat kendali.
Menurut Grossi, pasukan tidak mendekati timnya dan mereka "ditarik" selama kunjungan ke fasilitas PLTN di tenggara Ukraina yang dikendalikan Rusia itu.
- Menteri Keuangan dari negara-negara G7 telah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menerapkan batasan harga pada minyak Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-188: Pasukan Putin dapat Serangan Balasan di Kherson
Dalam sebuah pernyataan, para menteri mengatakan pembatasan itu dirancang untuk mengurangi “kemampuan Rusia untuk mendanai perang agresinya”.
Menkeu G7 juga menyatakan bahwa mereka akan “segera mengerjakan finalisasi dan implementasi” dari tindakan tersebut.
- Sebelum pengumuman G7, Kremlin mengatakan bahwa memberlakukan batas harga akan memicu pembalasan Rusia.
Jika para pemimpin G7 terus maju, itu akan menyebabkan destabilisasi signifikan pasar minyak global, kata Dmitry Peskov selaku Jubir Kremlin.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-187: Pasukan Putin Gencarkan Serangan di Dekat PLTN Zaporizhzhia
- Militer Ukraina telah mengklaim bahwa pasukan Rusia menderita "kerugian yang signifikan" di wilayah selatan Kherson setelah serangan balasan Kyiv diluncurkan awal pekan ini.
Keberhasilan Ukraina "cukup meyakinkan", menurut jubir komando militer Ukraina selatan, yang menambahkan bahwa lebih banyak "berita positif" kemungkinan akan menyusul "segera".
- Pasukan Ukraina telah memukul mundur pasukan Rusia di beberapa titik di sekitar Kherson, menurut pejabat Barat.
Para pejabat memperkirakan bahwa sekitar 20.000 tentara Rusia berada di kantong wilayah selatan.
Baca juga: Putin Ikut Jejak Lenin: Seperti Sri Lanka, Rusia Gagal Bayar Utang 100 Juta Dolar
Selain itu para pejabat juga memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menentukan apakah serangan balik Ukraina berhasil.
- “Integritas fisik” PLTN Zaporizhzhia telah “dilanggar beberapa kali”, kata Kepala IAEA Rafael Grossi.
Setelah memimpin tim inspeksi, Grossi mengatakan bahwa dia akan terus mengkhawatirkan PLTN Zaporizhzhia.
Menurut Grossi situasinya "lebih dapat diprediksi" sekarang.
Baca juga: Jawaban Menlu Rusia Ditanyai Jurnalis Ukraina soal Pencurian Gandum
- Pejabat Ukraina menuduh Rusia memanipulasi dan mendistorsi informasi yang dibagikan kepada IAEA.
Operator milik negara Ukraina, Energoatom mengatakan para pejabat Rusia “sedang melakukan segala upaya untuk mencegah misi IAEA mengetahui keadaan sebenarnya. Mereka menyebarkan informasi manipulatif dan palsu tentang kunjungan ini.”
- Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, menuduh Ukraina "terorisme nuklir".
Otoritas pro-Rusia di Zaporizhzhia menuduh Kyiv mencoba menyelundupkan "mata-mata" ke dalam tim inspeksi IAEA yang menyamar sebagai jurnalis.
Baca juga: Rusia dan AS Memanas, Putin Ancam Serang Target Baru di Ukraina
- Kepala Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri, Denis Pushilin, telah menyatakan kembali tujuan militer ekspansionis dari invasi Rusia.
“Tugas kami adalah untuk membebaskan semua kota Rusia yang didirikan oleh orang-orang Rusia selama masa Kekaisaran Rusia, dan dikembangkan selama Uni Soviet berkat bantuan dari seluruh negara kami yang luas,” kata Pushilin.
“Ini bukan hanya wilayah Novorossia (Donbas), tetapi juga jauh lebih luas. Tidak akan ada cara lain.” lanjutnya.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)