Breaking News:

Putin Ikut Jejak Lenin: Seperti Sri Lanka, Rusia Gagal Bayar Utang 100 Juta Dolar

Rusia terakhir kali gagal membayar utang pada 1918 di zaman Lenin. Kasus yang sama terulang kembali di era Putin. Rusia bangkrut seperti Sri Lanka?

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com/kompas.com
Koin rubel mata uang Rusia di atas uang kertas dolar AS dan Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Rusia tercacat terakhir kali gagal membayar utang luar negeri pada 1918 di zaman Lenin. Kasus yang sama terulang kembali di era Putin. Berbagai anggapan Rusia telah bangkrut seperti Sri Lanka. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Seperti Bolshevik Vladimir Lenin, Rusia yang dipimpin Vladimin Putin gagal bayar utang luar negeri setelah pemegang obligasi tidak menerima pembayaran bunga 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun. Apakah ini masuk kategori negara bangkrut seperti Sri Lanka?

Rusia tercacat terakhir kali gagal membayar utang luar negeri pada 1918 di zaman Lenin. Kasus yang sama terulang kembali di era Putin. Berbagai anggapan Rusia telah bangkrut seperti Sri Lanka.

Pada 1918, pemimpin revolusi Bolshevik Vladimir Lenin menolak mengakui utang dari rezim tsar yang digulingkan. Pada 2022, akibat sanksi ekonomi Barat setelah Putin perintahkan invasi militer ke Ukraina. Rusia mengikuti Sri Lanka yang gagal bayar utang 51 miliar dolar.

Lembaga Pemeringkat Moody's telah mengonfirmasi bahwa Rusia gagal bayar utang luar negeri untuk pertama kalinya dalam satu abad setelah pemegang obligasi tidak menerima pembayaran bunga sebesar 100 juta dollar AS.

Pembayaran yang terlewat mengikuti serangkaian sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sanksi tersebut semakin mengisolasi Rusia setelah invasinya ke Ukraina.

Rusia kehilangan jalan terakhir untuk melayani pinjaman mata uang asing setelah Amerika Serikat (AS) menghapus pengecualian bulan lalu yang memungkinkan investor AS untuk menerima pembayaran Moskwa.

"Pada 27 Juni, pemegang utang negara Rusia belum menerima pembayaran kupon pada dua eurobonds senilai 100 juta dollar AS pada saat masa tenggang 30-kalender berakhir, yang kami anggap sebagai peristiwa gagal bayar menurut definisi kami," kata Moody's, Senin (27/6/2022) malam, dikutip dari AFP. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Lembaga tersebut menilai Rusia kemungkinan gagal bayar lebih lanjut pada pembayaran kupon selanjutnya.

Sementara itu, Rusia mengatakan pada Senin bahwa tidak ada alasan untuk menyebut situasi ini sebagai default (gagal bayar utang luar negeri). Pasalnya, pembayaran tidak mencapai kreditur akibat "tindakan pihak ketiga".

Bangkrut Juga seperti Sri Lanka?

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved