Putin Ikut Jejak Lenin: Seperti Sri Lanka, Rusia Gagal Bayar Utang 100 Juta Dolar
Rusia terakhir kali gagal membayar utang pada 1918 di zaman Lenin. Kasus yang sama terulang kembali di era Putin. Rusia bangkrut seperti Sri Lanka?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/280622-Dolar-dan-Peskov.jpg)
Negara itu kini sedang dalam pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bailout (bantuan keuangan guna menyelamatkan dari kebangkrutan) yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Dampak dari Sri Lanka krisis adalah kelangkaan bahan-bahan pokok termasuk BBM hingga pemadaman listrik berkepanjangan. Kremlin bantah Rusia gagal bayar utang Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Otoritas Rusia bersikeras mereka memiliki dana untuk membayar utang negara itu, dengan menyebut kesulitan tersebut sebagai lelucon dan menuduh Barat sengaja berusaha membuat Rusia gagal bayar utang.
"Tidak ada alasan untuk menyebut situasi ini sebagai default," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan dikutip dari AFP, setelah batas waktu pembayaran utama berakhir pada Minggu (26/6/2022).
"Klaim tentang default ini benar-benar salah," lanjutnya seraya menambahkan bahwa Rusia sudah melunasi utangnya pada Mei.
AFP melaporkan, Rusia kehilangan jalan terakhir untuk membayar pinjaman mata uang asing setelah Amerika Serikat bulan lalu menghapus ketentuan yang memungkinkan investor AS menerima pembayaran dari Moskwa.
Masa tenggang 30 hari untuk pembayaran termasuk bunga sebesar 100 juta dolar AS (Rp 1,48 triliun) berakhir pada Minggu (26/6/2022) malam, dan sebagian besar harus dibayar dalam mata uang asing.
Rusia sudah berusaha melakukan pembayaran, tetapi Kementerian Keuangan pada Senin (27/6/2022) mengatakan bahwa uang itu belum ditransfer ke kreditur.
Sistem dan kliring internasional menerima dana secara penuh di muka, tetapi pembayaran tidak ditransfer ke penerima akhir karena tindakan pihak ketiga," ungkap Kemenkeu Rusia.
"Tindakan perantara keuangan asing berada di luar kendali kementerian keuangan Rusia," tambahnya.
Kata para pakar soal Rusia gagal bayar utang Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Kremlin di Moskwa, Rusia pada 26 April 2022.
Beberapa pakar tidak merasa Rusia gagal bayar utang termasuk default teknis, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa itu akan memiliki konsekuensi yang luas.
"Default ini penting karena akan berdampak pada peringkat Rusia, akses pasar, dan pembiayaan untuk tahun-tahun mendatang," terang Timothy Ash ahli strategi pasar negara berkembang di BlueBay Asset Management.
"Dan itu berarti investasi yang lebih rendah, pertumbuhan yang lebih rendah, standar hidup yang lebih rendah, modal dan lingkaran setan penurunan bagi ekonomi Rusia."
Akan tetapi, Liam Peach ekonom Eropa di kelompok riset Capital Economics mengatakan, Rusia gagal bayar utang adalah peristiwa simbolis yang sepertinya tidak memiliki dampak makroekonomi tambahan.