Brigadir J
Buka Tabir Misteri Kasus Brigadir J, Mahfud MD: Kawal dari "Ranjau Geng Pelaku", Ada Tersangka Baru
Misteri drama kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J segera diungkap. Polri akan mengumumkan tersangka baru, Selasa 9 Agustus 2022 sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/090822-mahfud.jpg)
Sebelum insiden penembakan terhadap Brigadir J, kamera CCTV merekam Sambo tiba lebih dulu di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat sore.
Tidak sendiri, Sambo masuk ke rumah pribadinya bersama seorang ajudan. Selain mereka berdua, turut serta petugas PCR. Damanik menduga, petugas PCR itu sengaja disiapkan karena rombongan Putri akan tiba setelah dari Magelang, Jawa Tengah.
Dalam rombongan Putri, tampak Brigadir J, Bharada E, ajudan bernama Ricky, serta asisten rumah tangga (ART). Setelah sampai di rumah pribadi, Damanik mengatakan, Brigadir J dan Bharada E terekam menurunkan barang-barang dari dalam mobil. Sementara itu, Putri langsung masuk ke dalam rumah untuk melakukan tes PCR.
Selanjutnya, diikuti Brigadir J, Bharada E, dan ART yang juga dites PCR. Setelah tes PCR rampung, mereka sempat duduk-duduk di depan rumah pribadi Sambo dalam keadaan santai. Menurut Damanik, mereka yang sedang istirahat bersama tampak tertawa-tawa. Ia mengaku mengetahui hal itu dari komunikasi terakhir Brigadir J dengan pacarnya, Vera Simanjuntak.
Menurutnya, Vera sempat mendengar ada suara orang tertawa ketika dirinya menghubungi Brigadir J via telepon. Baca juga: Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ini Beda Pasal yang Jerat Bharada E dan Brigadir RR "Jadi, 16.31 Vera bertelepon ke Yosua. Dia mendengar ada suara orang tertawa-tertawa," ujar Damanik, dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (5/8/2022).
Setelah cukup istirahat, rombongan Putri terekam masuk kembali ke mobil. Mereka meninggalkan rumah pribadi Sambo dan menuju rumah dinas.
"Kira-kira jam 17.01, mereka naik ke mobil menuju rumah dinas," ucap Damanik. Tak berselang lama, Sambo terekam CCTV ke luar dari rumah pribadinya.
Namun, baru beberapa menit meninggalkan rumah pribadi, mobil Sambo terlihat putar balik menuju rumah dinas. Berdasarkan keterangan yang diterima Komnas HAM, saat itu Sambo ditelepon Putri lantaran ada insiden penembakan yang menewaskan Brigadir J.
Lebih lanjut, Damanik menyampaikan, CCTV kemudian merekam Putri keluar dari rumah dinas menuju rumah pribadi sambil menangis.
"Kelihatan di CCTV Ibu PC (Putri Candrawathi) kembali lagi ke rumah pribadi, tampak wajahnya seperti menangis," ujar Damanik.
Pengakuan Brigadir RR di Komnas HAM Damanik mengatakan, dalam pemeriksaan di Komnas HAM beberapa waktu lalu Ricky mengatakan, saat kejadian penembakan itu dia berada di kamar lantai bawah. Ricky, kata Damanik, mengatakan melihat Brigadir J sempat mengacungkan senjata ke atas.
Namun, Ricky mengaku tak melihat siapa yang ada di lantai atas. "Kesaksian dia (Ricky), dia hanya mendengar jeritan, kemudian dia keluar, melihat Yosua mengacungkan senjata ke atas, tapi dia tidak melihat siapa yang di atas," ujar Damanik, seperti diberitakan Kompas TV (6/8/2022).
Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Masih Misteri, Kondisi Bharada E hingga Perlawanan Kubu Ferdy Sambo
Kemudian, Ricky bersembunyi di balik kulkas dan baru muncul setelah suara tembak-menembak mereda.
"Setelah tembak-menembak itu reda, dia baru keluar dan melihat itu ternyata Richard dan Yosua," ujar Damanik. Setelah Yosua terkapar, Ricky mengaku melihat ke arah lantai dua dan menemukan Bharada E di lantai tersebut.
Alibi RR tidak akurat gambarkan peristiwa Menurut Damanik, keterangan kedua ajudan Ferdy Sambo itu tidak menggambarkan secara jelas apakah yang beradu tembak dengan Yosua adalah Bharada E.
"Enggak 100 persen, karena Ricky nggak lihat (secara langsung) di atasnya (yang adu tembak adalah) Richard (Bharada E). Ketika (peristiwa) tembak menembak itu (Ricky hanya) lihat Yosua saja," papar Damanik. Begitu juga dengan keterangan Bharada E yang menurut Damanik masih berupa pengakuan sepihak.
Menurut Damanik mengatakan, Komnas HAM tidak bisa mempercayai pengakuan tersebut 100 persen. "Tapi ini versi dia (Bharada E) ya, ditembak (lebih dulu oleh Yosua) kemudian dia mundur sedikit, dia kokang senjatanya, dia tembak (Yosua). Terjadilah tembak menembak sampai Yosua meninggal dunia," ujar Damanik.
Di sisi lain, Bharada E saat ini sudah mengajukan permohonan sebagai justice collaborator dan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Salah satu kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara mengatakan, kliennya mengaku tidak terjadi baku tembak di lokasi kejadian.
Bahkan menurut Deolipa, kliennya mengaku menembak Brigadir J karena perintah atasan. Akan tetapi, dia tidak merinci siapa atasan yang dimaksud.
"Saya sampaikan bahwasanya ada perintah dari atasan, bahwasanya siapanya itu kewenangan penyidik untuk menyampaikannya," kata Deolipa.
Ferdy Sambo Diperiksa 3 Jenderal Bintang 3
Penyidikan terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terus dilakukan Polri untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.
Kemarin Senin (8/8/2022) siang, Wakapolri Komjen Gatot Eddy dan Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto terjun langsung ke Mako Brimob Polri di Cimanggis, Kelapa Dua, Depok.
Keduanya termasuk ke dalam Timsus penanganan kematian Brigadir J untuk memeriksa sejumlah saksi yang terkait kasus tersebut.
Selain Komjen Gatot Eddy dan Komjen Pol Agung Budi Maryoto, juga turut hadir Kepala Bareskrim Polri.
Para pejabat teras Polri ini tak hanya memeriksa Ferdy Sambo, mereka juga memeriksa para saksi lain yang terkait kasus kematian Brigadir Brigadir J pada 8 Juli 2022 lalu.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pemeriksaan kali ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan dihadiri oleh semua Tim Khusus, termasuk Irwasum Polri (bintang tiga) dan Kepala Bareskrim Polri (bintang tiga).
"Timsus tetap bekerja dan fokus mendalami para saksi-saksi dulu. Pemeriksaan dilakukan baik di Bareskrim dan maupun Mabes Polri," kata Irjen Dedi Prasetyo setelah menyambangi Mako Brimob, Depok, Senin (8/8/2022).
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Setelah Bharada E dan Brigadir RR, Siapa Tersangka Selanjutnya di Kasus Kematian Brigadir J?"