Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Bom Pangkalan Rusia, Ini Kecanggihan Meriam Howitzer Kiriman NATO 

Tentara Ukraina dilaporkan mengebom sebuah pangkalan Rusia dari jarak lebih dari 20 kilometer dengan meriam howitzer NATO yang baru dikirim.

Editor: lodie tombeg
Kompas.com
Prajurit Ukraina memuat jenazah tentara Rusia ke dalam gerbong kereta api kulkas di Kyiv, Ukraina, Jumat, 13 Mei 2022. 

Dilansir dari Reuters, Rabu (25/5/2022), para sukarelawan telah membantu tentara Ukraina mengumpulkan 60 mayat di wilayah timur laut Kharkiv di mana pasukan Rusia telah mundur dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menumpuk mayat-mayat di gerbong kereta berpendingin. 

"Mayat (tentara Rusia) terkadang digunakan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dan terkadang sebagai pertukaran untuk mayat Ukraina," ungkap Kapten Cabang Kerjasama Militer-Sipil, Angkatan Bersenjata Ukraina, Anton Ivannikov, yang mengoordinasikan upaya tersebut.

Menurut dia, mayat yang terkait dengan pejabat tinggi Rusia bisa sangat berharga untuk pertukaran. "Kami sedang mengumpulkan semua dokumen, semua kartu kredit.

Apa pun yang akan membantu kami mengidentifikasi mayat itu, termasuk tato dan DNA," jelas Ivannikov. "Di masa depan ini akan memberi tahu kami prajurit mana, brigade mana yang berada di wilayah ini, untuk pertukaran lebih lanjut," tambah dia.

Ivannikov menjelaskan, mayat-mayat tentara Rusia akan dikirim dengan kereta api ke Kyiv di mana tim negosiasi pertukaran berbasis.

Upaya pemulihan telah dimungkinkan karena Ukraina mendorong pasukan Rusia dari kota-kota di wilayah Kharkiv dan sebagian besar dari jangkauan artileri kota Kharkiv, kota terbesar kedua di negara itu.

Pada upaya pemulihan baru-baru ini di desa Mala Rohan, tepat di sebelah timur kota Kharkiv, para sukarelawan tampak menggunakan tali untuk menyeret mayat dua tentara Rusia dari sumur di antara rumah-rumah yang rusak parah akibat penembakan.

"Setidaknya salah satu dari keduanya diikat tangan, sebuah tanda bahwa mereka mungkin telah dihukum sebagai pembelot," kata Ivannikov. Dua sukarelawan membungkus mayat-mayat itu dengan plastik plastik putih dan mengangkatnya ke dalam ambulans yang sudah menunggu.

Para sukarelawan menggali mayat lain dari kuburan dangkal yang ditandai dengan papan kardus darurat yang bertuliskan "Penghuni Rusia dimakamkan di sini" dengan nama tentara dan tanggal pemakaman.

Sementara itu, mayat keempat -salah satu dari 12 yang ditemukan di desa selama tiga hari- ditarik dari ruang bawah tanah rumah seorang wanita.

"Dia ditinggalkan sendirian ketika rekan-rekannya mundur. Kemungkinan besar, dia menembak dirinya sendiri," kata Ivannikov.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak menanggapi permintaan komentar atas tuduhan bahwa tentara Rusia mungkin ditembak karena desersi atau apakah mereka akan mempertimbangkan untuk menukar mayat dengan tawanan perang Ukraina.

Sementara militer Ukraina menemukan mayat di sekitar Kharkiv, sekitar 240 km (149 mil) ke tenggara, pasukannya bertahan melawan serangan intens di wilayah Donbass di Ukraina Timur.

Moskwa menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata tetangganya. Di sisi lain, Ukraina mengatakan tidak pernah mengancam Rusia dengan cara apa pun dan mengatakan serangan itu benar-benar tidak beralasan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ukraina Bombardir Pangkalan Rusia dengan Meriam Howitzer Kiriman NATO"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved