Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Bom Pangkalan Rusia, Ini Kecanggihan Meriam Howitzer Kiriman NATO 

Tentara Ukraina dilaporkan mengebom sebuah pangkalan Rusia dari jarak lebih dari 20 kilometer dengan meriam howitzer NATO yang baru dikirim.

Editor: lodie tombeg
Kompas.com
Prajurit Ukraina memuat jenazah tentara Rusia ke dalam gerbong kereta api kulkas di Kyiv, Ukraina, Jumat, 13 Mei 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev – Tentara Ukraina dilaporkan mengebom sebuah pangkalan Rusia dari jarak lebih dari 20 kilometer dengan meriam howitzer NATO yang baru dikirim.

Laporan tersebut disampaikan oleh Brigade Mountain Assault Transcarpathian ke-128 Angkatan Darat Ukraina. Brigade tersebut menuturkan, serangan meriam howitzer NATO tersebut mengenai pangkalan staf komando Rusia dan menghancurkan sebuah SUV militer dengan tanda "Z".

Selain itu, lanjut Brigade Mountain Assault Transcarpathian ke-128, serangan tersebut menewaskan beberapa tentara Rusia, sebagaimana dilansir Newsweek, Selasa (24/5/2022).

“Dari tembakan pertama, serangan menghantam target rasis dengan howitzer NATO dari jarak lebih dari 20 kilometer,” kata brigade tersebut. Brigade menambahkan, sebuah video dari drone menunjukkan datangnya proyektil kaliber 155 dan ledakannya yang kuat.

“Targetnya berada lebih dari 20 kilometer (12 mil) jauhnya sehingga tembakan akurat dengan jelas menunjukkan akurasi tinggi dari senjata terbaru yang telah tiba dan terus memasuki Angkatan Bersenjata Ukraina,” lanjut brigade tersebut.

Pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang oleh Kremlin disebut sebagai operasi militer khusus.

Dari 24 Februari hingga 23 Mei, total kerugian tempur pasukan Rusia mencapai sekitar 29.350 personel, menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Militer Ukraina juga mengeklaim bahwa Rusia telah kehilangan 1.302 tank, 3.194 kendaraan tempur lapis baja, 606 sistem artileri, dan 201 sistem peluncuran roket ganda.

Selain itu, Moskwa juga kehilangan 93 sistem anti-pesawat, 205 pesawat tempur, 170 helikopter, 2.213 kendaraan bermotor dan tanker bahan bakar, 13 kapal, 480 pesawat tak berawak, 43 unit peralatan khusus, serta 112 rudal jelajah.

Pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut invasi Rusia ke Ukraina sebagai kegagalan mutlak. Dia juga mengatakan para pemimpin Rusia takut untuk mengakui bahwa kesalahan besar telah dibuat dari tingkat tertinggi, baik di tingkat militer maupun tingkat pemerintahan.

Zelensky menambahkan, Ukraina bertekad untuk merebut kembali kota-kota selatan seperti Kherson, Melitopol, Berdiansk, Enerhodar, dan Mariupol, yang saat ini diduduki oleh pasukan Rusia.

Ukraina Kumpulkan Mayat-mayat Tentara Rusia yang Bergelimpangan

Otoritas Ukraina mengumpulkan mayat tentara Rusia yang tewas bergelimpangan di antara puing-puing bangunan di Kota Kharkiv yang sebelumnya diduduki musuh.

Ukraina kemudian menggunakan segala upaya mulai dari tes DNA hingga tato untuk memverifikasi identitas mayat-mayat tentara Rusia dengan harapan dapat ditukar dengan tawanan perang.

Dilansir dari Reuters, Rabu (25/5/2022), para sukarelawan telah membantu tentara Ukraina mengumpulkan 60 mayat di wilayah timur laut Kharkiv di mana pasukan Rusia telah mundur dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menumpuk mayat-mayat di gerbong kereta berpendingin. 

"Mayat (tentara Rusia) terkadang digunakan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dan terkadang sebagai pertukaran untuk mayat Ukraina," ungkap Kapten Cabang Kerjasama Militer-Sipil, Angkatan Bersenjata Ukraina, Anton Ivannikov, yang mengoordinasikan upaya tersebut.

Menurut dia, mayat yang terkait dengan pejabat tinggi Rusia bisa sangat berharga untuk pertukaran. "Kami sedang mengumpulkan semua dokumen, semua kartu kredit.

Apa pun yang akan membantu kami mengidentifikasi mayat itu, termasuk tato dan DNA," jelas Ivannikov. "Di masa depan ini akan memberi tahu kami prajurit mana, brigade mana yang berada di wilayah ini, untuk pertukaran lebih lanjut," tambah dia.

Ivannikov menjelaskan, mayat-mayat tentara Rusia akan dikirim dengan kereta api ke Kyiv di mana tim negosiasi pertukaran berbasis.

Upaya pemulihan telah dimungkinkan karena Ukraina mendorong pasukan Rusia dari kota-kota di wilayah Kharkiv dan sebagian besar dari jangkauan artileri kota Kharkiv, kota terbesar kedua di negara itu.

Pada upaya pemulihan baru-baru ini di desa Mala Rohan, tepat di sebelah timur kota Kharkiv, para sukarelawan tampak menggunakan tali untuk menyeret mayat dua tentara Rusia dari sumur di antara rumah-rumah yang rusak parah akibat penembakan.

"Setidaknya salah satu dari keduanya diikat tangan, sebuah tanda bahwa mereka mungkin telah dihukum sebagai pembelot," kata Ivannikov. Dua sukarelawan membungkus mayat-mayat itu dengan plastik plastik putih dan mengangkatnya ke dalam ambulans yang sudah menunggu.

Para sukarelawan menggali mayat lain dari kuburan dangkal yang ditandai dengan papan kardus darurat yang bertuliskan "Penghuni Rusia dimakamkan di sini" dengan nama tentara dan tanggal pemakaman.

Sementara itu, mayat keempat -salah satu dari 12 yang ditemukan di desa selama tiga hari- ditarik dari ruang bawah tanah rumah seorang wanita.

"Dia ditinggalkan sendirian ketika rekan-rekannya mundur. Kemungkinan besar, dia menembak dirinya sendiri," kata Ivannikov.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak menanggapi permintaan komentar atas tuduhan bahwa tentara Rusia mungkin ditembak karena desersi atau apakah mereka akan mempertimbangkan untuk menukar mayat dengan tawanan perang Ukraina.

Sementara militer Ukraina menemukan mayat di sekitar Kharkiv, sekitar 240 km (149 mil) ke tenggara, pasukannya bertahan melawan serangan intens di wilayah Donbass di Ukraina Timur.

Moskwa menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata tetangganya. Di sisi lain, Ukraina mengatakan tidak pernah mengancam Rusia dengan cara apa pun dan mengatakan serangan itu benar-benar tidak beralasan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ukraina Bombardir Pangkalan Rusia dengan Meriam Howitzer Kiriman NATO"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved