Konflik Rusia vs Ukraina

Fakta-fakta Ganjil Mayat Bergelimpangan di Bucha-Ukraina

Sejumlah fakta keganjilan apa yang oleh barat diklaim sebagai pembantaian Bucha (Bucha Massacre).

Editor: Lodie Tombeg
tribunnews
Mayat bergelimpangan usai pembantaian Bucha (Bucha Massacre), Ukraina. 

Ini jelas terlihat dalam video utama tentara Ukraina mengemudi di sepanjang jalan yang dipenuhi mayat, dan mereka juga terlihat di beberapa mayat korban penyiksaan dan pembunuhan di ruang bawah tanah di Bucha.

Fakta pasukan Ukraina mengenakan ban lengan biru, sementara pasukan Rusia mengenakan ban lengan putih, diterima secara universal.

Sejumlah video dari berbagai bagian zona konflik juga menunjukkan warga sipil mengenakan ban lengan putih, sebagai tanda simpati kepada Rusia atau setidaknya netralitas.

Dengan demikian munculnya ban lengan putih pada korban 'Pembantaian Bucha' merupakan bukti kuat para korban adalah etnis Rusia.

Mereka dibunuh bukan oleh pasukan Rusia, yang tentu saja dikirim dengan tujuan utama untuk menghentikan penganiayaan penutur bahasa Rusia oleh neo-Nazi yang rasis, tetapi oleh orang Ukraina.

Ini seharusnya tidak mengejutkan, karena seluruh sejarah nasionalisme Ukraina didasarkan pada pembunuhan massal warga sipil dari kelompok etnis lain, terutama Polandia Wolyn dan Galicia Timur, Yahudi, Hongaria, Rumania dan, tentu saja, Rusia.

Akhirnya, kita sampai pada klip video dari jalan-jalan Bucha, yang diposting dan kemudian dihapus dari akun media sosial 'Botman' neo-Nazi Ukraina yang terkenal: “Ada orang-orang tanpa ban lengan biru. Bisakah kita menembak mereka?” “F ** k, ya!”

Kebenaran pembantaian itu begitu jelas sehingga kita dapat melihat mengapa para pemimpin barat seperti Boris Johnson (PM Inggris) begitu bersikeras seharusnya tidak ada investigasi internasional yang tepat atas kejahatan tersebut.

Sebaliknya, mereka menggunakan berita palsu yang paling mencolok untuk membenarkan pengenaan sanksi lain yang menyakitkan pada rakyat mereka sendiri.

Mereka juga menoleransi pengiriman senjata berteknologi tinggi senilai miliaran poundsterling, miliaran dollar AS, dan miliaran euro untuk memperpanjang perang.

Nick Griffin terus mempertanyakan, seberapa banyak imbalan yang diperoleh para penjahat perang ini dari kroni kompleks industri militer mereka. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tokoh Inggris Nick Griffin Ungkap Fakta-fakta Ganjil Klaim Pembantaian Bucha di Ukraina

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved