Konflik Rusia Vs Ukraina
Intelijen AS Bantu Ukraina Habisi 8 Jenderal Lapangan Rusia
Bantuan intelijen Amerika Serikat banyak membantu Ukraina mempertahankan kedaulatannya dari agresi Rusia.
Pejabat Amerika juga mengatakan hal tersebut sebagai operasi berbagi intelijen besar-besaran dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan mitra non-NATO.
“Sejak awal, kami sangat condong ke depan dalam berbagi intelijen strategis dan dapat ditindaklanjuti oleh Ukraina,” ujar seorang pejabat AS.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan:
“Kami secara teratur memberikan informasi intelijen yang terperinci dan tepat waktu kepada Ukraina di medan perang untuk membantu mereka mempertahankan negara mereka dari agresi Rusia dan akan terus melakukannya.”
Rusia Rebut Dua Kota di Donbas Bagian Ukraina Timur
Kiev mengatakan pasukan Moskow telah menguasai dua kota di Donbas dan dua desa di timur laut Kharkiv, di Ukraina.
Dilansir dari Aljazeera, pengakuan Kiev itu mencerminkan pertempuran antara Rusia dan Ukraina benar-benar sengit sejak Moskow melancarkan "perang fase 2" di wilayah Ukraina timur.
Moskow telah memfokuskan kembali serangannya di wilayah timur Ukraina setelah gagal merebut Kiev mengatakan pasukan Rusia telah merebut dua kota di Donbas, di mana Moskow telah memfokuskan fase baru serangannya, dan sepasang desa di Kharkiv.
Presiden Polandia menuduh raksasa energi Rusia Gazprom melanggar "prinsip-prinsip hukum dasar" dengan menghentikan ekspor ke Polandia dan Bulgaria atas sengketa pembayaran gas-untuk-rubel.
Moskow meluncurkan sanksi terhadap anggota parlemen Inggris sebagai langkah balasan.
Pihak berwenang di Transnistria, wilayah memisahkan diri yang didukung Rusia di Moldova, mengatakan, bahwa tembakan dilepaskan ke wilayah itu dari Ukraina semalam.
Sementara pejabat Ukraina mengatakan Rusia siap menggunakan Transnistria untuk dorongan militer
Wakil menteri pertahanan Ukraina menuduh Rusia siap menggunakan Transnistria sebagai jembatan untuk memindahkan pasukan ke wilayah Ukraina atau sisa Moldova.
Komentar Hanna Malyar muncul setelah otoritas lokal di wilayah memisahkan diri yang didukung Moskow melaporkan serangkaian dugaan serangan dalam beberapa hari terakhir.
Rusia mengatakan sedang mengikuti peristiwa di Transdniestria dengan cermat. Kementerian luar negeri Rusia minggu ini yang dikutip oleh kantor berita RIA Novosti mengatakan bahwa mereka ingin menghindari skenario di mana Moskow harus campur tangan di sana. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mata-mata AS Bantu Ukraina Eksekusi 8 Jenderal Militer Rusia, Bocorkan Saat Tepat untuk Menyerang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/170322-Oleg-Mityaev.jpg)