Konflik Rusia Vs Ukraina
Intelijen AS Bantu Ukraina Habisi 8 Jenderal Lapangan Rusia
Bantuan intelijen Amerika Serikat banyak membantu Ukraina mempertahankan kedaulatannya dari agresi Rusia.
TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Bantuan intelijen Amerika Serikat banyak membantu Ukraina mempertahankan kedaulatannya dari agresi Rusia. Bahkan, beberapa negara tampak membantu Ukraina dalam berperang melawan Rusia.
Peran mata-mata AS yang disebut telah membantu Ukraina dalam mengeksekusi delapan jenderal militer Rusia.
Seperti yang telah diberitakan, salah seorang petinggi militer Rusia, seorang kolonel berusia 36 tahun terbunuh.
Hal ini disebut menjadi pukulan besar untuk Rusia, setelah upaya invansinya ke Ukraina.
Sebelumnya, Letnan Kolonel Oleg Yevseev (43) juga terbunuh di Ukraina.
Rusia tidak memberikan rincian tentang bagaimana dan kapan dia dibunuh kecuali bahwa itu adalah bagian dari "operasi militer khusus" Vladimir Putin di Ukraina.
Dia adalah salah satu dari 30 prajurit dari wilayah Omsk yang tewas dalam perang, dikutip dari The Sun.
Gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan kapal penjelajah rudal Rusia Moskva sebelum tenggelam, 14 April 2022.
Dan diperkirakan, invasi pemimpin Rusia telah menelan korban lebih dari 20.000 tentara .
Para pejabat AS mengatakan, salah satu alasan Ukraina dapat menargetkan pasukan Putin adalah intelijen AS.
Para pejabat tersebut mengatakan AS memberi tahu Ukraina tentang waktu dan lokasi yang teapt untuk menyerang Rusia.
"Sejak awal, kami sangat condong ke depan dalam berbagi intelijen strategis dan dapat ditindaklanjuti oleh Ukraina," ujar pejabat AS.
"Ini berdampak baik pada tingkat taktis dan strategis."
Mata-mata AS memberikan intelijen rinci kepada pasukan Ukraina tentang kapan dan di mana rudal dan bom Rusia akan menyerang.
Hal ini pun mendorong Ukraina untuk memindahkan pertahanan udara dan pesawat keluar dari bahaya.
Pembagian intelijen yang hampir real-time juga membuka jalan bagi Ukraina untuk menembak jatuh sebuah pesawat angkut Rusia yang membawa ratusan tentara.
Ini terjadi saat hari-hari awal perang, termasuk membantu mengusir serangan Rusia di bandara utama dekat Kiev, dikutip dari NBC News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/170322-Oleg-Mityaev.jpg)