Demo Mahasiswa Palembang, Massa Desak Jokowi Turunkan Harga BBM
Aksi demonstrasi melibatkan ribuan mahasiswa di Palembang sedikit diwarnai aksi dorong mendorong.
Setelah melakukan orasi, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli mengungkapkan, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada ketua DPRD.
Selanjutnya, mereka akan melakukan rapat dengan mengirimkan tuntutan para mahasiswa ke tingkat pusat. “Intinya apa yang disampaikan oleh mahasiswa sudah kami terima, nanti pimpinan yang meneruskan ke pusat,” kata Syaiful.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhmad Ngajib menjelaskan, dalam aksi tersebut mereka menurunkan 900 personel.
Meski sempat terjadi ketegangan, para massa aksi membubarkan diri dengan tertib setelah membacakan tuntutan. “Tidak ada yang menyusupi, sehingga aksi mahasiswa hari ini berjalan tertib,” tutup dia.
Demo Sambut Jokowi Diwarnai Aksi Dorong
Aksi mahasiswa dan massa Cipayung Plus diwarnai aksi dorong-dorong-dorongan dengan aparat. Ketua Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Dani mengatakan, semula mereka memulai aksi di Pasar Angso Duo.
“Namun massa Cipayung Plus tertahan barikade polisi di simpang Museum Perjuangan Rakyat Jambi," ucap Dani, Kamis (7/4/2022).
Setelah satu jam tertahan dan sempat terjadi dorong-dorongan dengan aparat, massa berhasil menembus barikade aparat kepolisian dan langsung menuju Pasar Angso Duo.
Namun ternyata Jokowi sudah meninggalkan pasar tersebut. Massa kemudian berkumpul dan memutuskan akan kembali aksi di Bandara Sultan Thaha. Sesampainya di bandara, massa bertambah banyak.
Saat mereka menuju ke dalam bandara untuk bertemu Jokowi, mereka mendapat tindakan represif dari aparat sehingga ada massa yang terluka dan sempat ada yang diamankan.
“Padahal massa Cipayung hanya melakukan orasi dan aksi damai namun direspons keras oleh aparat,” beber dia.
Dani mengatakan, massa aksi dipukul mundur oleh aparat sampai lapangan bekas MTQ depan Bandara Sultan Thaha. Melihat ini, pihak Cipayung Plus kecewa karena presiden tidak mau bertemu dengan mereka guna mendengarkan aspirasi.
“Kecewa pula terhadap segala tindakan represif aparat dan tindakan menghalang-halangi mahasiswa yang ingin bertemu Presiden Jokowi. Kami tegaskan Cipayung Plus solid dalam mengawal 3 isu ini dan akan terus mengawal,” tutur dia.
Dani mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan. Pertama, tolak perpanjang masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.
Kedua, Meminta stabilitas harga minyak goreng, dan bahan pokok lainnya. Ketiga, Menolak kenaikan harga Pertamax dan menuntut ketersediaan BBM bersubsidi (pertalite). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tolak Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Ribuan Mahasiswa di Palembang Blokade Jalan DPRD Sumsel"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Antrean-solar.jpg)