Demo Mahasiswa Palembang, Massa Desak Jokowi Turunkan Harga BBM

Aksi demonstrasi melibatkan ribuan mahasiswa di Palembang sedikit diwarnai aksi dorong mendorong.

Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com/Agung
(Ilustrasi) Sejumlah truk terpantau mengantre bahan bakar minyak (BBM) solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tinaloga, Selasa (29/3/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Aksi demonstrasi melibatkan ribuan mahasiswa di Palembang sedikit diwarnai aksi dorong mendorong. Massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Selatan melakukan aksi demo terkait wacana adanya perpanjangan masa jabatan presiden menjadi selama tiga periode.

Pantauan Kompas.com, aksi ribuan mahasiswa yang berlangsung di Jalan Kapten Rivai, Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Kamis (7/4/2022) sempat berlangsung tegang.

Sebab, mereka dihadang kawat berduri oleh aparat kepolisian ketika hendak menuju ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan untuk menyampaikan penolakan terkait wacana tersebut.

Para mahasiswa semula ingin bertemu dengan ketua DPRD Sumatera Sealtan Anita Noeringhati agar menyampaikan penolakan itu.

Namun, ketua DPRD nyatanya tak berada di lokasi hingga massa pun merangsek ingin masuk ke lokasi gedung. Petugas kepolisian yang telah berjaga sejak siang, tak membuka barikade kawat berduri yang dipasang di tengah jalan.

Kondisi itu lalu membuat mahasiswa sempat beberapa kali menendang kawat berduri sampai akhirnya mereka memutuskan untuk memblokade jalan hingga terjadi kemacetan panjang.

Empat ruas jalan di Kapten Rivai pun mendadak menjadi macet total ketika mahasiswa bertahan agar polisi membuka barikade kawat berduri.

Sekitar 30 menit, mahasiswa akhirnya membuka blokade jalan setelah terjadi negoisasi dengan pihak DPRD Sumsel.

Salah satu Koordinator Aliansi BEM Sumatera Selatan Adi Syawal mengatakan, mereka menyampaikan sebanyak 11 poin tuntutan dalam aksi tersebut.

Di antaranya, menolak penundaan pemilu 2024, serta perpanjangan massa jabatan presiden menjadi tiga periode. Selain itu, mahasiwa juga mendesak agar presiden menunda IKN lantran banyaknya dampak yang ditimbulkan.

“Kami juga minta presiden mengevaluasi jajaran menteri yang membuat kegaduhan dengan melontarkan wacana tiga periode. Mendesak presiden untuk menurunkan harga BBM dan membatalkan kenaikan PPN 11 persen,” kata Adi dalam orasinya.

Adi menegaskan, mereka tak ingin Jokowi hanya melontarkan ucapan penolakan soal adanya perpanjangan masa jabatan presiden.

Namun, mereka meminta membuat pernyataan resmi dengan tidak menunda pemilu dan memperpanjang jabatan presiden.

“Jangan jadi boneka, tidak ada guna marah-marah ke menteri. Kami ingin ini buat pernyataan resmi menolak penundaan pemilu dan penolakan perpanjangan masa jabatan," tutur dia.

"Ini malah ada menteri bilang memiliki data 110 juta data penduduk yang meminta menunda pemilu, penduduk mana?,” tambah dia.

Setelah melakukan orasi, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli mengungkapkan, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada ketua DPRD.

Selanjutnya, mereka akan melakukan rapat dengan mengirimkan tuntutan para mahasiswa ke tingkat pusat. “Intinya apa yang disampaikan oleh mahasiswa sudah kami terima, nanti pimpinan yang meneruskan ke pusat,” kata Syaiful.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhmad Ngajib menjelaskan, dalam aksi tersebut mereka menurunkan 900 personel.

Meski sempat terjadi ketegangan, para massa aksi membubarkan diri dengan tertib setelah membacakan tuntutan. “Tidak ada yang menyusupi, sehingga aksi mahasiswa hari ini berjalan tertib,” tutup dia.

Demo Sambut Jokowi Diwarnai Aksi Dorong

Aksi mahasiswa dan massa Cipayung Plus diwarnai aksi dorong-dorong-dorongan dengan aparat. Ketua Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Dani mengatakan, semula mereka memulai aksi di Pasar Angso Duo.

“Namun massa Cipayung Plus tertahan barikade polisi di simpang Museum Perjuangan Rakyat Jambi," ucap Dani, Kamis (7/4/2022).

Setelah satu jam tertahan dan sempat terjadi dorong-dorongan dengan aparat, massa berhasil menembus barikade aparat kepolisian dan langsung menuju Pasar Angso Duo.

Namun ternyata Jokowi sudah meninggalkan pasar tersebut. Massa kemudian berkumpul dan memutuskan akan kembali aksi di Bandara Sultan Thaha. Sesampainya di bandara, massa bertambah banyak.

Saat mereka menuju ke dalam bandara untuk bertemu Jokowi, mereka mendapat tindakan represif dari aparat sehingga ada massa yang terluka dan sempat ada yang diamankan.

“Padahal massa Cipayung hanya melakukan orasi dan aksi damai namun direspons keras oleh aparat,” beber dia.

Dani mengatakan, massa aksi dipukul mundur oleh aparat sampai lapangan bekas MTQ depan Bandara Sultan Thaha. Melihat ini, pihak Cipayung Plus kecewa karena presiden tidak mau bertemu dengan mereka guna mendengarkan aspirasi.

“Kecewa pula terhadap segala tindakan represif aparat dan tindakan menghalang-halangi mahasiswa yang ingin bertemu Presiden Jokowi. Kami tegaskan Cipayung Plus solid dalam mengawal 3 isu ini dan akan terus mengawal,” tutur dia.

Dani mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan. Pertama, tolak perpanjang masa jabatan presiden dan penundaan pemilu.

Kedua, Meminta stabilitas harga minyak goreng, dan bahan pokok lainnya. Ketiga, Menolak kenaikan harga Pertamax dan menuntut ketersediaan BBM bersubsidi (pertalite). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tolak Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Ribuan Mahasiswa di Palembang Blokade Jalan DPRD Sumsel"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved