Konflik Rusia vs Ukraina
Tak Percaya Janji Rusia, PM Inggris: Kami Nilai Tindakan Bukan Kata-kata
Invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut. Sejumlah elite negeri beruang merah kerap menjanjikan perdamaian, nyatanya serang masih terjadi.
Tuduhan dilontarkan di hadapan Dewan Keamanan PBB pada Selasa (29/3/2022) dengan alasan bahwa Ukraina sejauh ini berfungsi sebagai lumbung makanan untuk Eropa. "Presiden Rusia Vladimir Putin memulai perang dan menciptakan krisis pangan global ini.
Dialah yang dapat menghentikannya," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dalam pertemuan, dilansir AFP.
"Tanggung jawab dalam mengobarkan perang di Ukraina dan untuk efek perang terhadap keamanan pangan global hanya ada di Rusia dan Presiden Putin," katanya.
Duta Besar Perancis untuk PBB, Nicolas de Riviere, melanjutkan bahwa "agresi Rusia terhadap Ukraina meningkatkan risiko kelaparan di seluruh dunia". Dia juga menyebut bahwa populasi di negara berkembang akan menjadi yang pertama terkena dampaknya.
"Rusia, tidak diragukan lagi, akan mencoba membuat kami percaya bahwa sanksi yang diterapkanlah yang menciptakan ketidakseimbangan dalam situasi keamanan pangan dunia," tambah de Riviere.
Direktur Program Pangan Dunia (WFP), David Beasley, melaporkan bahwa Ukraina dan Rusia, yang keduanya merupakan produsen sereal utama, mewakili 30 persen ekspor gandum dunia, 20 persen untuk jagung, dan 75 persen untuk minyak bunga matahari.
Pekan lalu, Uni Eropa mengumumkan inisiatif untuk mengurangi kekurangan pangan yang disebabkan perang. Uni Eropa dan AS menginginkan komitmen multilateral terhadap pembatasan ekspor bahan mentah pertanian.
Sementara itu, asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Joyce Msuya mengatakan konflik di Ukraina "mengancam untuk memperburuk keadaan dalam krisis kemanusiaan terbesar di dunia". Dia membandingkannya seperti kondisi Afghanistan, Yaman dan Tanduk Afrika, di mana kerawanan pangan sempat menjadi masalah. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Janji Rusia Kurangi Serangan di Kyiv Disambut Keraguan Barat, Mengapa?"