Konflik Rusia vs Ukraina

Tak Percaya Janji Rusia, PM Inggris: Kami Nilai Tindakan Bukan Kata-kata

Invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut. Sejumlah elite negeri beruang merah kerap menjanjikan perdamaian, nyatanya serang masih terjadi.

Editor: lodie tombeg
AP PHOTO/FELIPE DANA
Petugas pemadam kebakaran Ukraina bekerja di sebuah gedung apartemen setelah pengeboman di Kyiv, Ukraina, Selasa, 15 Maret 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Invasi Rusia ke Ukraina masih berlanjut. Sejumlah elite negeri beruang merah kerap menjanjikan perdamaian, nyatanya serang masih terjadi.

Lagi Rusia berjanji untuk mengurangi pertempuran di sekitar Kiev dan kota besar di Ukraina setelah pembicaraan damai, tetapi sekutu Barat masih ragu atas niat Moskwa.

Dilansir AFP, pembicaraan di Istanbul meningkatkan harapan setelah lebih dari sebulan perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengakibatkan jutaan orang mengungsi.

Negosiator Kiev David Arakhamia mengatakan ada kondisi "cukup" bagi Presiden Volodymyr Zelensky dan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin untuk bertemu dalam upaya mengakhiri konflik.

Di pihak Rusia, kepala negosiator Vladimir Medinsky menyebut pembicaraan itu "bermakna," sementara wakil menteri pertahanan negara itu, Alexander Fomin, melaporkan kemajuan pada "netralitas dan status non-nuklir" Ukraina.

Tetapi Amerika Serikat jelas meragukan kata-kata Moskwa dan bersumpah dengan sesama kekuatan Barat untuk terus "menaikkan biaya" di Rusia.

Para pejabat AS mengatakan bahwa sementara sejumlah kecil pasukan Rusia memang mundur dari Kiev, namun sebagian besar tetap. "Kami tidak siap untuk menyebut ini sebagai kemunduran atau bahkan penarikan," kata juru bicara Pentagon John Kirby.

Dia memperingatkan bahwa "serangan besar" mungkin akan terjadi di wilayah lain di Ukraina dan bahwa ancaman terhadap Kiev belum berakhir.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggemakan pesan itu, dengan mengatakan "akan menilai Putin dan rezimnya dengan tindakannya dan bukan dengan kata-katanya".

Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Johnson dan para pemimpin Prancis, Jerman dan Italia, bersama-sama bersumpah tidak akan menyerah dalam sanksi ekonomi yang kuat yang dikenakan pada Moskwa. “Kami akan melihat apakah mereka menindaklanjuti apa yang mereka sarankan,” kata Biden.

Akhir pekan lalu, Moskow memang telah memberi isyarat bahwa mereka akan mengembalikan tujuan perangnya, dengan memfokuskan sumber daya militernya untuk merebut wilayah Donbas timur.

Pentagon menilai bahwa Rusia sangat meremehkan perlawanan Ukraina, dan serangannya terhenti di dekat Kiev dan kota-kota lain.

Dalam beberapa hari terakhir, para pejuang Ukraina secara khusus telah merebut kembali pinggiran kota Irpin yang strategis di Kiev. Hal inI mendorong mundur pasukan Rusia dari sekitar Mykolaiv.

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)

Rusia Dituduh Sebabkan Krisis Pangan Global karena Menyerang Ukraina

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved