Konflik Rusia Vs Ukraina

Taktik 'Tabrak Lari' Ukraina: Kapal Perang Rusia Orsk Meledak di Laut Azov

Ukraina mampu mengimbangi monopoli pasukan Rusia di medan perang. Tak 'tabrak lari' jitu menghalau gerak pasukan beruang merah.

Editor: Lodie Tombeg
(REUTERS via BBC INDONESIA)
Ukraina punya akses ke persenjataan perang modern, misalnya rudal Javelin. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ukraina mampu mengimbangi monopoli pasukan Rusia di medan perang. Tak 'tabrak lari' jitu menghalau gerak pasukan beruang merah.

Kapal perang Rusia meledak di Berdyansk, pelabuhan Laut Azov dekat kota Mariupol, Ukraina, Rabu (23/3/2022). Hancurnya kapal angkut Angkatan Laut Rusia bernama Orsk itu dikonfirmasi oleh Angkatan Laut Ukraina di media sosial.

“Kapal pendarat besar Orsk dari Armada Laut Hitam penjajah telah dihancurkan di pelabuhan Berdyansk yang direbut oleh Rusia,” tulis angkatan laut Ukraina di media sosial yang dikutip AFP.

Gumpalan asap hitam mengepul dari kapal abu-abu besar yang berlabuh di samping derek besar itu, dalam video amatir yang dikatakan AL Ukraina sebagai serangan terhadap kapal tersebut.

Belum ada tanggapan atas klaim itu dari Kementerian Pertahanan Rusia, dan AFP belum bisa mengonfirmasi serangan itu secara independen. Kantor berita TASS yang dikelola Pemerintah Rusia awal pekan ini menggambarkan kedatangan kapal pendarat sebagai peristiwa epik yang membuka peluang bagi Laut Hitam dalam hal logistik, mengutip saluran televisi terkait Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda. TASS melaporkan bahwa kapal tersebut mampu membawa hingga 1.500 ton kargo. 

Berdyansk terletak sekitar 80 kilometer di sebelah barat kota strategis Mariupol, yang telah dikepung dan hancur lebur diserang pasukan Rusia.

Ribuan warga sipil melarikan diri dari Mariupol melalui koridor evakuasi, tetapi sekitar 100.000 orang masih kekurangan air dan listrik. Kyiv mengatakan, lebih dari 2.500 orang tewas di kota itu sejak Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina satu bulan lalu.

Pasukan Rusia mencatatkan progres lebih maju di Ukraina selatan, tetapi hanya menguasai Kherson kota berpenduduk sekitar 200.000 orang.

Taktik Tabrak Lari hingga Perang Informasi

Sudah lebih satu bulan invasi Rusia, Ukraina sejauh ini telah menjungkirbalikkan perkiraan.

Walaupun kalah jumlah di hampir setiap sisi--tank, pasukan, pesawat terbang--pasukan Ukraina yang dibantu para warga relawan telah menahan militer Rusia di banyak tempat. Ukraina memang sudah kehilangan wilayah, terutama di bagian selatan sekitar Crimea, yang sudah diduduki dan dianeksasi Rusia pada 2014.

Tetapi tujuan awal Moskwa untuk dengan cepat merebut ibu kota Kiev dan kota-kota besar lainnya, serta memaksa pemerintah Ukraina untuk mengundurkan diri, jelas telah gagal. Gelombang peperangan memang masih bisa berbalik melawan Ukraina.

Pasukannya kian kekurangan rudal anti-tank dan anti-pesawat yang dipasok Barat untuk menghalau pergerakan pasukan Rusia. Banyak pasukan reguler Ukraina yang paling berpengalaman di timur negara itu berisiko dikepung, diisolasi, dan dimusnahkan.

260322-terbakar
Tangkapan layar video kapal perang Rusia meledak di Berdyansk, pelabuhan Laut Azov dekat kota Mariupol, Ukraina, Rabu (23/3/2022)

Dan dengan seperempat penduduk negara itu telah mengungsi, mereka yang tinggal bisa jadi akan menyaksikan kota-kota mereka diubah menjadi gurun distopia oleh gempuran artileri dan tembakan roket tanpa henti Rusia. Namun terlepas dari faktor-faktor tersebut, pasukan Ukraina sudah mengungguli Rusia dalam perang ini di sejumlah faktor.

Pekan ini juru bicara Departemen Pertahanan AS, John Kirby, mengatakan bahwa militer Ukraina mempertahankan daerah-daerah di negara mereka dengan "sangat cerdas, sangat gesit, sangat kreatif". Jadi apa sebenarnya rahasia kesuksesan mereka?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved