Rabu, 4 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Taktik 'Tabrak Lari' Ukraina: Kapal Perang Rusia Orsk Meledak di Laut Azov

Ukraina mampu mengimbangi monopoli pasukan Rusia di medan perang. Tak 'tabrak lari' jitu menghalau gerak pasukan beruang merah.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Taktik 'Tabrak Lari' Ukraina: Kapal Perang Rusia Orsk Meledak di Laut Azov
(REUTERS via BBC INDONESIA)
Ukraina punya akses ke persenjataan perang modern, misalnya rudal Javelin. 

Ketika digabungkan, semua aspek peperangan yang berbeda ini dapat menciptakan efek eksponensial yang jauh lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. 

Ahli strategi militer lainnya, Justin Crump, kepala lembaga konsultansi intelijen Sibylline, mengatakan Ukraina telah sangat mahir dalam mencari titik-titik rentan dalam formasi Rusia dan menyerang mereka dengan keras.

"Ukraina menggunakan taktik yang sangat efektif," katanya, termasuk menyasar titik-titik lemah Rusia seperti konvoi pasokan, menggunakan sistem senjata yang dipasok NATO secara efektif terhadap target presisi dan berimprovisasi bila diperlukan.

Meskipun sulit untuk mendapatkan gambaran akurat tentang jumlah korban jiwa, bahkan perkiraan konservatif dari Pentagon menyatakan kematian di pihak Rusia sudah mencapai lebih dari 7.000 orang. Itu hampir setengah dari jumlah pasukan Uni Soviet yang mati dalam sepuluh tahun pertempuran di Afghanistan, dan ini baru satu bulan perang.

Tom Foulkes juga punya penjelasan mengapa begitu banyak jenderal Rusia terbunuh di garis depan: "Ini terdengar bagi saya seperti operasi penembak jitu yang terencana dan sangat sukses, yang dapat mengikis struktur komando Rusia."

Dan kemudian ada perang informasi, yang dimenangkan telak oleh Ukraina di hampir seluruh dunia--meskipun tidak di Rusia, tempat Kremlin masih mengontrol akses ke sebagian besar media.

"Ukraina telah memobilisasi bidang informasi untuk keuntungan domestik dan internasional yang luar biasa," kata Justin Crump. "Ini datang dari atas ke bawah, dibantu oleh kelihaian (Presiden) Zelensky menggunakan media."

Pendapat senada diutarakan Dr Ruth Deyermond, dosen senior dalam studi pasca-Soviet di King's College London. "Jelas bahwa Pemerintah Ukraina sudah sangat berhasil mengendalikan narasi tentang perang secara luas di seluruh dunia," katanya.

"Efek konflik ini pada reputasi internasional Ukraina benar-benar luar biasa."

Tapi saat ini, baru satu bulan dalam perjuangan hidup dan mati di zona konflik timur Eropa itu mungkin masih belum cukup untuk menyelamatkan Ukraina. Kekuatan jumlah tentara Rusia, dengan segala kekurangannya, tetap tidak menguntungkan Ukraina.

Jika pasokan sistem senjata defensif dari Barat itu tidak berlanjut, maka negara yang terkepung ini tidak akan bisa bertahan lama. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapal Perang Rusia Orsk Meledak di Laut Azov, Hancur Diserang Ukraina"

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved