Konflik Rusia Vs Ukraina
Takut Pesawat Disita, Aeroflot Rusia Stop Penerbangan Internasional
Dunia penerbangan Rusia 'lumpuh'. Invasi tentara Negeri Beruang Merah ke Ukraina memukul sektor transportasi udara ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/060322-Penerbangan-Rusia.jpg)
Putin, yang pada Sabtu, mengunjungi pusat pelatihan Aeroflot di luar Ibu Kota Moskwa, mengatakan tujuannya di Ukraina adalah untuk membela komunitas berbahasa Rusia melalui “demiliterisasi dan de-Nazifikasi” negara itu sehingga menjadi netral.
Ukraina dan negara-negara Barat telah menolak ini sebagai dalih tak berdasar untuk invasi dan telah menjatuhkan sanksi keras yang bertujuan mengisolasi Moskwa.
“Sanksi yang dikenakan ini mirip dengan deklarasi perang, tetapi syukurlah tidak sampai ke sana,” kata Putin kepada staf Aeroflot.
Rusia Larang Maskapai Penerbangan dari 36 Negara
Rusia mengumumkan pada Senin (28/2/2022), bahwa mereka melarang penerbangan oleh maskapai penerbangan dari 36 negara, termasuk Inggris dan Jerman.
Rusia mengeluarkan kebijakan tersebut sebagai tanggapan atas sejumlah larangan terhadap pesawat mereka.
Pernyataan Moskwa muncul karena maskapai Rusia sekarang tidak dapat memasuki wilayah udara sebagian besar negara-negara Eropa serta Kanada.
Dikutip dari Kantor Berita AFP, Otoritas penerbangan sipil Rusia mengatakan pihaknya memberlakukan pembatasan sebagai tindakan pembalasan atas larangan negara-negara Eropa pada penerbangan sipil yang dioperasikan oleh maskapai Rusia atau terdaftar di Rusia.
Alhasil, maskapai pernerbangan dari 36 negara hanya akan bisa memasuki wilayah udara Rusia dengan izin khusus.
Pekan lalu diketahui Rusia telah lebih dulu melarang maskapai penerbangan Inggris setelah Inggris melarang Aeroflot, maskapai utama negara itu, serta jet pribadi.
Sementara, Uni Eropa pada Minggu (27/2/2022), mengumumkan bahwa mereka menutup wilayah udaranya untuk pesawat Rusia, termasuk jet pribadi.
Langkah-langkah ini berarti maskapai harus membuat jalan memutar yang panjang di beberapa rute, yang berpotensi menaikkan biaya tiket. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Imbas Sanksi Barat, Maskapai Terbesar Rusia Setop Penerbangan Internasional Kecuali ke Belarus"