Selasa, 10 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Takut Pesawat Disita, Aeroflot Rusia Stop Penerbangan Internasional

Dunia penerbangan Rusia 'lumpuh'. Invasi tentara Negeri Beruang Merah ke Ukraina memukul sektor transportasi udara ini.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Takut Pesawat Disita, Aeroflot Rusia Stop Penerbangan Internasional
REUTERS/Marina Lystseva/kompas.com
Pesawat penumpang milik maskapai Rusia, termasuk Aeroflot dan Rossiya, diparkir di Bandara Internasional Sheremetyevo di Moskwa, Rusia, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Moskow - Dunia penerbangan Rusia 'lumpuh'. Invasi tentara Negeri Beruang Merah ke Ukraina memukul sektor transportasi udara ini.

Maskapai terbesar Rusia, Aeroflot, akan menangguhkan semua penerbangan internasional kecuali ke negara tetangga Belarus mulai Selasa (8/3/2022).

Aeroflot melakukannya karena Rusia menghadapi berbagai sanksi Barat atas invasinya ke Ukraina.

Langkah Aeroflot diambil pada Sabtu (5/3/2022), setelah badan penerbangan sipil Rusia, Rosaviatsiya, merekomendasikan agar semua maskapai penerbangan Rusia yang mengoperasikan pesawat sewaan asing menghentikan penerbangan penumpang dan kargo ke luar negeri, dengan alasan risiko tinggi pesawat sewaan disita sebagai bagian dari sanksi Barat yang melarang penyewaan pesawat ke Rusia.

Dikutip dari Al Jazeera, rekomendasi Rosaviatsiya tidak berlaku untuk maskapai Rusia yang menggunakan pesawat Rusia atau pesawat asing yang tidak berisiko disita.

Ini juga tidak berlaku untuk maskapai asing dari negara-negara yang belum memberlakukan sanksi terhadap Rusia dan belum menutup wilayah udara mereka untuk pesawat Rusia.

“Lebih dari setengah pesawat komersial di Rusia disewa,” menurut Aviation Week, sebuah publikasi industri. Pernyataan Aeroflot tentang penangguhan sementara semua penerbangan internasional mulai 8 Maret merujuk kepada keadaan baru yang menghambat pengoperasian penerbangan Rusia.

Disebutkan bahwa semua rute domestik tidak berubah serta penerbangan ke Belarus yang diketahui pemimpinnya Alexander Lukashenko adalah sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Maskapai terbesar milik negara Rusia itu juga mengatakan akan membatalkan tiket pulang pergi bagi penumpang yang dijadwalkan berangkat dari Rusia setelah 6 Maret dan melakukan perjalanan kembali setelah 8 Maret. Mereka yang memiliki tiket sekali jalan akan diizinkan terbang hingga 8 Maret.

Rosaviatsia juga merekomendasikan Rusia yang ingin pulang dari negara asing mengatur penerbangan transit melalui negara-negara yang belum bergabung sanksi, seperti Azerbaijan, Armenia, Kazakhstan, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Serbia.

Awal pekan ini, maskapai Rusia lainnya, S7, mengumumkan penangguhan semua penerbangan internasionalnya karena sanksi yang dijatuhkan pada Rusia atas invasi negara itu ke Ukraina pada 24 Februari.

Maskapai penerbangan murah Rusia, Pobeda –anak perusahaan Aeroflot– juga mengatakan akan menghentikan penerbangan internasional mulai 8 Maret.

Sektor penerbangan adalah salah satu yang pertama terkena dampak ekonomi dari perang.

Maskapai Rusia Aeroflot dilarang dari wilayah udara seluruh UE, Inggris, dan Kanada, memaksanya untuk menangguhkan penerbangan ke tujuan-tujuan ini.

Sebagai pembalasan, Rusia telah melarang maskapai penerbangan dari negara yang sama terbang di atas wilayahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved