Selasa, 17 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Takut Pesawat Disita, Aeroflot Rusia Stop Penerbangan Internasional

Dunia penerbangan Rusia 'lumpuh'. Invasi tentara Negeri Beruang Merah ke Ukraina memukul sektor transportasi udara ini.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Takut Pesawat Disita, Aeroflot Rusia Stop Penerbangan Internasional
REUTERS/Marina Lystseva/kompas.com
Pesawat penumpang milik maskapai Rusia, termasuk Aeroflot dan Rossiya, diparkir di Bandara Internasional Sheremetyevo di Moskwa, Rusia, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Moskow - Dunia penerbangan Rusia 'lumpuh'. Invasi tentara Negeri Beruang Merah ke Ukraina memukul sektor transportasi udara ini.

Maskapai terbesar Rusia, Aeroflot, akan menangguhkan semua penerbangan internasional kecuali ke negara tetangga Belarus mulai Selasa (8/3/2022).

Aeroflot melakukannya karena Rusia menghadapi berbagai sanksi Barat atas invasinya ke Ukraina.

Langkah Aeroflot diambil pada Sabtu (5/3/2022), setelah badan penerbangan sipil Rusia, Rosaviatsiya, merekomendasikan agar semua maskapai penerbangan Rusia yang mengoperasikan pesawat sewaan asing menghentikan penerbangan penumpang dan kargo ke luar negeri, dengan alasan risiko tinggi pesawat sewaan disita sebagai bagian dari sanksi Barat yang melarang penyewaan pesawat ke Rusia.

Dikutip dari Al Jazeera, rekomendasi Rosaviatsiya tidak berlaku untuk maskapai Rusia yang menggunakan pesawat Rusia atau pesawat asing yang tidak berisiko disita.

Ini juga tidak berlaku untuk maskapai asing dari negara-negara yang belum memberlakukan sanksi terhadap Rusia dan belum menutup wilayah udara mereka untuk pesawat Rusia.

“Lebih dari setengah pesawat komersial di Rusia disewa,” menurut Aviation Week, sebuah publikasi industri. Pernyataan Aeroflot tentang penangguhan sementara semua penerbangan internasional mulai 8 Maret merujuk kepada keadaan baru yang menghambat pengoperasian penerbangan Rusia.

Disebutkan bahwa semua rute domestik tidak berubah serta penerbangan ke Belarus yang diketahui pemimpinnya Alexander Lukashenko adalah sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Maskapai terbesar milik negara Rusia itu juga mengatakan akan membatalkan tiket pulang pergi bagi penumpang yang dijadwalkan berangkat dari Rusia setelah 6 Maret dan melakukan perjalanan kembali setelah 8 Maret. Mereka yang memiliki tiket sekali jalan akan diizinkan terbang hingga 8 Maret.

Rosaviatsia juga merekomendasikan Rusia yang ingin pulang dari negara asing mengatur penerbangan transit melalui negara-negara yang belum bergabung sanksi, seperti Azerbaijan, Armenia, Kazakhstan, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Serbia.

Awal pekan ini, maskapai Rusia lainnya, S7, mengumumkan penangguhan semua penerbangan internasionalnya karena sanksi yang dijatuhkan pada Rusia atas invasi negara itu ke Ukraina pada 24 Februari.

Maskapai penerbangan murah Rusia, Pobeda –anak perusahaan Aeroflot– juga mengatakan akan menghentikan penerbangan internasional mulai 8 Maret.

Sektor penerbangan adalah salah satu yang pertama terkena dampak ekonomi dari perang.

Maskapai Rusia Aeroflot dilarang dari wilayah udara seluruh UE, Inggris, dan Kanada, memaksanya untuk menangguhkan penerbangan ke tujuan-tujuan ini.

Sebagai pembalasan, Rusia telah melarang maskapai penerbangan dari negara yang sama terbang di atas wilayahnya.

Putin, yang pada Sabtu, mengunjungi pusat pelatihan Aeroflot di luar Ibu Kota Moskwa, mengatakan tujuannya di Ukraina adalah untuk membela komunitas berbahasa Rusia melalui “demiliterisasi dan de-Nazifikasi” negara itu sehingga menjadi netral.

Ukraina dan negara-negara Barat telah menolak ini sebagai dalih tak berdasar untuk invasi dan telah menjatuhkan sanksi keras yang bertujuan mengisolasi Moskwa.

“Sanksi yang dikenakan ini mirip dengan deklarasi perang, tetapi syukurlah tidak sampai ke sana,” kata Putin kepada staf Aeroflot.

Rusia Larang Maskapai Penerbangan dari 36 Negara

Rusia mengumumkan pada Senin (28/2/2022), bahwa mereka melarang penerbangan oleh maskapai penerbangan dari 36 negara, termasuk Inggris dan Jerman.

Rusia mengeluarkan kebijakan tersebut sebagai tanggapan atas sejumlah larangan terhadap pesawat mereka.

Pernyataan Moskwa muncul karena maskapai Rusia sekarang tidak dapat memasuki wilayah udara sebagian besar negara-negara Eropa serta Kanada.

Dikutip dari Kantor Berita AFP, Otoritas penerbangan sipil Rusia mengatakan pihaknya memberlakukan pembatasan sebagai tindakan pembalasan atas larangan negara-negara Eropa pada penerbangan sipil yang dioperasikan oleh maskapai Rusia atau terdaftar di Rusia.

Alhasil, maskapai pernerbangan dari 36 negara hanya akan bisa memasuki wilayah udara Rusia dengan izin khusus.

Pekan lalu diketahui Rusia telah lebih dulu melarang maskapai penerbangan Inggris setelah Inggris melarang Aeroflot, maskapai utama negara itu, serta jet pribadi.

Sementara, Uni Eropa pada Minggu (27/2/2022), mengumumkan bahwa mereka menutup wilayah udaranya untuk pesawat Rusia, termasuk jet pribadi.

Langkah-langkah ini berarti maskapai harus membuat jalan memutar yang panjang di beberapa rute, yang berpotensi menaikkan biaya tiket. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Imbas Sanksi Barat, Maskapai Terbesar Rusia Setop Penerbangan Internasional Kecuali ke Belarus"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved