Konflik Rusia Vs Ukraina

Mata Uang Rubel Anjlok, Ribuan Warga Rusia Antre Beli Barang

Saksi ekonomi mulai dirasakan warga Rusia. Pada Pekan ini, antrean panjang pembeli seringkali terlihat di luar toko IKEA di dekat Moskow.

Editor: Lodie Tombeg
AP PHOTO/DMITRI LOVETSKY/kompas.com
Demonstran meneriakkan slogan-slogan di St Petersburg, Rusia, Jumat (24/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Moskow – Saksi ekonomi mulai dirasakan warga Rusia. Pada Pekan ini, antrean panjang pembeli seringkali terlihat di luar toko IKEA di dekat Moskow.

Banyak warga Rusia rela mengantre untuk membeli barang di bawah sinar matahari yang terik.

Adegan serupa terjadi di seluruh Rusia ketika keluarga bergegas menghabiskan uang mereka yang terdepresiasi dengan cepat di ritel Swedia yang keluar dari negara yang dilanda krisis.

Rusia bersiap untuk masa depan yang tidak pasti dari inflasi yang melonjak, kesulitan ekonomi, dan tekanan yang lebih tajam pada barang-barang impor.

Rubel telah kehilangan sepertiga nilainya minggu ini setelah sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya dijatuhkan untuk menghukum Rusia karena menyerang Ukraina.

Dikutip dari Reuters, langkah itu membekukan sebagian besar cadangan bank sentral senilai 640 miliar dollar AS dan melarang beberapa bank dari sistem pembayaran global SWIFT, membuat rubel jatuh bebas.

Tapi, kota-kota di seluruh Rusia tampak masih tenang, dengan sedikit tanda dari krisis yang menghancurkan sektor keuangan dan pasar.

Kecuali antrean orang yang ingin membeli produk –sebagian besar barang dan perangkat keras kelas atas– sebelum rak kosong atau harga naik lebih jauh.

"Pembelian yang saya rencanakan dilakukan pada bulan April, saya segera membelinya hari ini. Seorang teman dari Voronezh juga menyuruh saya untuk membelikannya untuknya," kata pembelanja Viktoriya Voloshina di Rostov, sebuah kota berjarak 217 km (135 mil) dari Moskwa.

Voloshina mengatakan dirinya sedang mencari rak dan meja kantor dan juga berbelanja atas nama seorang teman dari kota lain.

"Hatiku hancur," ungkapnya kepada Reuters. Dmitry, warga Moskw lainnya, menyesali kenaikan harga barang yang cepat.

"Jam tangan yang ingin saya beli sekarang berharga sekitar 100.000 rubel, dibandingkan dengan 40.000 rubel sekitar seminggu yang lalu," katanya, menolak memberikan nama keluarganya.

Baca juga: Masyarakat Internasional Borong Kamar Hotel Ukraina, Bentuk Donasi

Meskipun tidak ada tanda-tanda kepanikan yang gamblang, penghapusan tabungan rubel dan penggandaan suku bunga menjadi 20 persen diyakini akan menekan pemegang hipotek dan konsumen.

Kondisi keuangan Rusia yang mencerminkan ketersediaan kredit dalam perekonomian telah diperketat secara brutal pada tahun ini, yang diprediksi Oxford Economics akan menyusutkan permintaan domestik sebesar 11 persen pada akhir tahun dan meningkatkan pengangguran sebesar 1,9 poin persentase pada tahun 2023.

Zach Witlin, seorang analis di Eurasia Group, mencatat sanksi sudah memukul konsumen melalui kenaikan harga dan gangguan pembayaran digital.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved