Kamis, 5 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mata Uang Rubel Anjlok, Ribuan Warga Rusia Antre Beli Barang

Saksi ekonomi mulai dirasakan warga Rusia. Pada Pekan ini, antrean panjang pembeli seringkali terlihat di luar toko IKEA di dekat Moskow.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Mata Uang Rubel Anjlok, Ribuan Warga Rusia Antre Beli Barang
AP PHOTO/DMITRI LOVETSKY/kompas.com
Demonstran meneriakkan slogan-slogan di St Petersburg, Rusia, Jumat (24/2/2022). 

"Sanksi telah memukul saya sangat keras. Harga sudah naik sekitar 20 persen. Itu fakta bahwa Anda sudah tidak dapat membeli obat-obatan. Keadaan akan menjadi lebih buruk," katanya.

"Hari ini saya dan keluarga saya akan meninggalkan Rusia," ungkap Lidia.

Masyarakat berebut bus di Kota Kiev Ukraina, Minggu (27/2/2022). Mereka bergegas meninggalkan Ukraina.
Masyarakat berebut bus di Kota Kiev Ukraina, Minggu (27/2/2022). Mereka bergegas meninggalkan Ukraina. (kompas.com)

Pengungsi Ukraina Capai 1,5 juta Orang

Jumlah pengungsi Ukraina diperkirakan mencapai 1,5 juta pada hari ke-11 invasi Rusia, Minggu (6/3/2022).

Pemerintah Ukraina mendesak Barat berbuat lebih banyak, termasuk mengirim tambahan senjata dan memberikan lebih banyak sanksi ke Rusia, sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Sosok Andrei Sukhovetsky, Mayor Jenderal Rusia yang Tewas di Ukraina

Moskwa dan Kiev juga saling menyalahkan rencana gencatan senjata yang gagal untuk wilayah Mariupol dan Volnovakha, dua kota selatan yang dikepung oleh pasukan Rusia.

Putaran pembicaraan lain direncanakan digelar pada Senin (7/4/2022) ketika orang-orang Ukraina yang dapat melarikan diri tumpah ke Polandia, Rumania, Slovakia, dan tempat lain.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (5/4/2022) malam, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta orang-orang di daerah yang diduduki pasukan Rusia untuk melakukan aksi ofensif dan ikut berperang.

"Kita harus pergi keluar dan mengusir kejahatan ini dari kota-kota kita," kata Zelensky sambil bersumpah untuk membangun kembali bangsanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sempat bertemu dengan Luar Negeri AS Antony Blinken di perbatasan Ukraina-Polandia.

Setelah pertemuan itu, Kuleba mengatakan bahwa dia mengharapkan senjata baru untuk Ukraina dalam beberapa hari mendatang.

Washington telah mengatakan akan memberi Ukraina lebih banyak senjata dan telah berulang kali memperingatkan bahwa negaranya dapat meningkatkan sanksi.

Zelensky telah meminta bantuan mengamankan pesawat dari sekutu Eropa dalam panggilan video dengan anggota parlemen AS sebelumnya pada Sabtu.

Biden berbicara dengan Zelensky selama sekitar 30 menit pada Sabtu.

Mereka membahas keamanan, dukungan keuangan untuk Ukraina, dan kelanjutan sanksi terhadap Rusia, tulis Zelensky di Twitter.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved