Selasa, 10 Maret 2026

Penemuan Jenazah

Kematian Bocah di Boalemo Gorontalo Mulai Terkuak! Ada Dugaan Kekerasan hingga Orang Dekat Dicurigai

Penemuan jasad Ramna Ilato alias Deis di kawasan muara pantai Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, meninggalkan

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kematian Bocah di Boalemo Gorontalo Mulai Terkuak! Ada Dugaan Kekerasan hingga Orang Dekat Dicurigai
TribunGorontalo.com
DESA -- Landscape Desa Bubaa, lokasi penemuan Deis Ilato, bocah yang ditemukan meninggal. 
Ringkasan Berita:
  • Jasad bocah perempuan Deis Ilato ditemukan di muara pantai Desa Bubaa, Boalemo, setelah sebelumnya dilaporkan hilang. 
  • Polisi menemukan indikasi luka pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan kekerasan. 
  • Hingga kini, penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi sekaligus penyelidikan lebih lanjut aparat kepolisian.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Penemuan jasad Ramna Ilato alias Deis di kawasan muara pantai Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus memunculkan dugaan adanya unsur pidana.

Siswi sekolah dasar asal Desa Lito tersebut sebelumnya dilaporkan hilang, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Minggu sore, 15 Februari 2026.

Penyelidikan kini dilakukan aparat kepolisian setelah muncul indikasi kekerasan pada tubuh korban.

Peristiwa ini terungkap setelah warga yang melintas di jalur Desa Bubaa mencurigai sebuah benda mengapung di area pantai di bawah tebing jalan.

Laporan awal berasal dari tujuh warga yang sempat berhenti di lokasi tersebut. Mereka melihat benda mencurigakan yang awalnya dikira boneka.

Baca juga: Tabrakan Motor di Talumopatu Bone Bolango Gorontalo, Satu Korban Meninggal Dunia

Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu Nurwahid Kiay Demak, menjelaskan situasi awal yang disaksikan warga.

"Awalnya mereka liat seperti ada boneka yang mengapung telungkup," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (17/2/2026).

Karena tidak langsung menaruh curiga, rombongan warga melanjutkan perjalanan.

Namun, saat kembali melintas di jalur yang sama, mereka memutuskan memeriksa ulang objek tersebut.

Kecurigaan warga terbukti setelah mereka mendapati benda tersebut adalah jasad manusia.

Informasi itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian yang segera melakukan pengecekan di lokasi.

"Dan ternyata mereka melihat mayat, dan segera menginformasikan hal tersebut, kemudian polsek yang melakukan pengecekan di malam Senin," jelas Nurwahid.

Identitas korban kemudian dipastikan sebagai Deis Ilato, bocah yang sehari sebelumnya dilaporkan hilang setelah menghadiri pesta di kampungnya.

Polisi Temukan Dugaan Luka Kekerasan

Dalam pemeriksaan awal, aparat menemukan tanda mencurigakan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Nurwahid mengungkapkan temuan visual pada tubuh korban saat pertama kali diperiksa.

"Secara kasat kita liat ada bekas lubang di leher (korban), kami duga itu terkait dengan dugaan tindak pidana penganiayaan," ungkapnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Gorontalo guna menjalani autopsi.

Namun proses autopsi belum dilakukan karena pihak rumah sakit masih menunggu kedatangan dokter forensik dari Manado.

"Cuma dari RS Bhayangkara itu menunggu dokter dari Manado, karena dokter yang ada di Gorontalo informasinya sakit, sehingga menghubungi dokter dari Manado," kata Nurwahid.

Menurutnya, dokter forensik dijadwalkan tiba paling lambat Rabu mendatang. Polisi menegaskan hasil autopsi akan menjadi dasar utama dalam memastikan penyebab kematian korban.

Di tengah proses penyelidikan, beredar informasi di media sosial yang menuding ipar korban sebagai pelaku pembunuhan.

Menanggapi hal tersebut, polisi menegaskan belum mengambil kesimpulan dan masih mendalami berbagai kemungkinan.

"Kita masih proses pendalaman terkait dengan hal tersebut, itu kan yang berkembang di media sosial," jelas Nurwahid.

Pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk tujuh warga yang pertama kali menemukan jasad korban.

Klarifikasi juga dilakukan terhadap orang-orang yang berada di sekitar korban, termasuk pihak keluarga yang disebut dalam isu yang beredar.

Polisi menegaskan seluruh proses penyelidikan masih menunggu hasil autopsi agar penyebab kematian korban dapat dipastikan secara ilmiah sekaligus meredam spekulasi publik.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved