LIPSUS GENTENG
Meski Dianjurkan Prabowo, Rupanya Tak Semua Warga Gorontalo Tertarik Genteng, Ini Alasan Mereka
Wacana penggunaan genteng sebagai atap rumah kembali mengemuka setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ATAP-Masyarakat-Gorontalo-rupanya-banyak.jpg)
Ia menilai genteng lebih cocok untuk hunian permanen. Meski demikian, Arjon memahami bahwa kondisi ekonomi masih menjadi kendala utama bagi banyak warga untuk beralih ke material tersebut.
“Bukan berarti orang tidak mau genteng. Banyak yang mau, tapi memang belum mampu,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar penggunaan atap seng di Indonesia dikurangi dan secara bertahap digantikan dengan genteng, khususnya genteng tanah liat.
Presiden menilai genteng lebih nyaman, lebih awet, serta mampu menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak dan manusiawi.
Presiden juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar program gentengisasi dapat berjalan tanpa memberatkan masyarakat.
Namun, dari Gorontalo, suara warga menunjukkan bahwa kebijakan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lokal.
Kultur yang kuat, kebiasaan turun-temurun, kondisi geografis, serta kemampuan ekonomi masyarakat menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan.
Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa pilihan atap rumah di Gorontalo tidak semata-mata ditentukan oleh iklim atau kebijakan nasional.
Keputusan warga merupakan hasil pertimbangan panjang antara kenyamanan, keselamatan, tradisi, dan kemampuan ekonomi.
Warga berharap setiap program perumahan di masa mendatang tetap memperhatikan kearifan lokal serta memberikan ruang pilihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah. (*/Jefri Potabuga)