Rabu, 4 Maret 2026

LIPSUS GENTENG

Meski Dianjurkan Prabowo, Rupanya Tak Semua Warga Gorontalo Tertarik Genteng, Ini Alasan Mereka

Wacana penggunaan genteng sebagai atap rumah kembali mengemuka setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Meski Dianjurkan Prabowo, Rupanya Tak Semua Warga Gorontalo Tertarik Genteng, Ini Alasan Mereka
Tribunnews.com
ATAP -- Masyarakat Gorontalo rupanya banyak juga yang menolak penggunaan genteng. Sejauh ini memang warga Gorontalo terbiasa menggunakan seng yang dianggap lebih ringan. 

Menurut Dian, selain faktor kebiasaan, kondisi alam di lingkungannya juga menjadi pertimbangan utama.

Ia menyebut wilayah tempat tinggalnya rawan goyangan tanah, sehingga penggunaan genteng dinilai berisiko.

“Kalau tanah goyang, genteng itu berat. Saya takut kalau jatuh atau runtuh. Itu yang bikin saya tidak tertarik,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun ada bantuan dari pemerintah, dirinya tetap akan mempertimbangkan faktor keamanan serta kesesuaian dengan kondisi rumah.

“Kalau dikasih pemerintah, saya lebih pilih ganti bahan rumah lain yang lebih ringan, bukan genteng,” tegasnya.

Pandangan berbeda disampaikan Misran Saleh, warga Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara.

Menurutnya, persoalan utama dalam menentukan pilihan atap rumah adalah kemampuan ekonomi masyarakat.

“Kalau bicara kenyamanan, genteng memang lebih baik. Rumah tidak terlalu panas, hujan juga tidak terlalu berisik,” ujarnya.

Namun, ia mengakui tidak semua warga mampu membeli dan memasang genteng secara mandiri.

Selain harga material, penggunaan genteng juga membutuhkan rangka rumah yang lebih kuat sehingga menambah biaya pembangunan.

“Biayanya besar, rangka rumah juga harus kuat. Jadi kalau pakai uang sendiri, kebanyakan orang pilih seng,” kata Misran.

Menurutnya, seng masih menjadi pilihan paling realistis bagi warga desa karena lebih terjangkau dan pemasangannya lebih cepat, meskipun tingkat kenyamanannya lebih rendah dibanding genteng.

“Kalau ada bantuan dari pemerintah, pasti orang terima genteng. Tapi kalau tidak ada bantuan, seng tetap jadi pilihan,” ucapnya.

Sementara itu, Arjon Husin, warga Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, yang mengaku sering beraktivitas ke wilayah perkotaan, melihat adanya perbedaan cukup jelas antara hunian di kota dan di desa.

“Di kota, rumah yang pakai genteng terasa lebih sejuk. Kalau hujan juga tidak berisik,” kata Arjon.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved