Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Anggota DPRD Gorontalo Mikson Yapanto Belum Berdamai dengan Penganiaya: Partai Mendukung Saya
Penahanan lima tersangka dugaan penganiayaan terhadap anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, memasuki babak baru.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Provinsi-Gorontalo-Mikson-Yapanto.jpg)
Polda Gorontalo kini telah menahan lima pelaku kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto.
Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan pada Jumat pekan lalu.
"Iya benar, lima tersangka telah ditahan," ungkap Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (1/12/2025).
Kelima tersangka kini berada di tahanan Polda Gorontalo, menyusul laporan yang dibuat Mikson atas insiden yang terjadi di Kantor DPD NasDem Provinsi Gorontalo pada Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Alami Kekerasan Fisik, Mikson Yapanto Polisikan Oknum Penambang
Pengakuan Mikson
Insiden ini disebut berkaitan dengan aktivitas sidak tambang di Kabupaten Bone Bolango.
Menurut Mikson, pertemuan itu awalnya direncanakan sebagai diskusi biasa untuk memberikan penjelasan ihwal sidak tambang.
Mereka janjian untuk bertemu, namun dengan komunikasi yang baik.
Kemudian kata Mikson pertemuan itu terjadi di Kantor DPD Nasdem Provinsi Gorontalo.
Namun suasana berubah tidak kondusif. Mikson mengaku terkejut ketika situasi tiba-tiba memanas dan terjadi perlakuan fisik.
"Saya kaget juga, sempat syok saya, kok jadi begini?" ungkapnya.
Ia bahkan menyebut sempat mengalami kontak fisik hingga ke bagian leher.
Meski demikian, Mikson menilai video yang beredar di publik tidak memperlihatkan kejadian secara utuh.
Setelah ketegangan itu mereda, kedua pihak memilih melanjutkan diskusi di sebuah kafe.
Di sana, Mikson kembali menegaskan bahwa niatnya dalam melakukan sidak tambang adalah murni menjalankan amanah masyarakat.
"Cuma mungkin kalau merasa tersinggung ya, itukan versi kalian, tapikan versi lain belum tentu," ujarnya.