Berita Gorontalo
2 Tokoh Asal Gorontalo Calon Pahlawan Nasional, Diumumkan Presiden Prabowo Hari Ini
Harapan masyarakat Gorontalo untuk menambah deretan pahlawan nasional akan terjawab hari ini, Senin (10/11/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HB-Jassin-dan-Prof-Aloei-Saboe.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan secara resmi nama-nama penerima gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
- Dari 40 tokoh yang diusulkan Kementerian Sosial kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), dua di antaranya berasal dari Provinsi Gorontalo
- Seluruh dokumen tambahan yang diminta pemerintah pusat sudah dilengkapi oleh Pemprov Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Harapan masyarakat Gorontalo untuk menambah deretan pahlawan nasional akan terjawab hari ini, Senin (10/11/2025).
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan secara resmi nama-nama penerima gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara, Jakarta.
Dari 40 tokoh yang diusulkan Kementerian Sosial kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), dua di antaranya berasal dari Provinsi Gorontalo. Mereka adalah Prof. Dr. Aloei Saboe dan H.B. (Hans Bague) Jassin.
Prof. Dr. Aloei Saboe dikenal sebagai pelopor layanan kesehatan di Gorontalo.
Namanya telah diperjuangkan sejak 2021 oleh masyarakat dan pemerintah daerah karena kontribusinya dalam membangun sistem kesehatan lokal yang inklusif.
Sementara itu, H.B. Jassin adalah sastrawan legendaris kelahiran Gorontalo yang dijuluki “Paus Sastra Indonesia.”
Baca juga: Rayakan Hari Pahlawan 10 November, Ini 70 Link Twibbon Gratis
Ia dikenal luas atas dedikasinya dalam dokumentasi dan kritik sastra Indonesia, serta perannya menjaga kebebasan berekspresi di masa sulit.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Darwis Sidiki, membenarkan bahwa dua tokoh tersebut telah masuk dalam daftar resmi yang diserahkan kepada Dewan Gelar.
“Iya benar, kedua nama itu termasuk dalam daftar yang telah diterima dewan gelar,” ujar Darwis saat dikonfirmasi, Minggu (9/11/2025).
Menurut Darwis, seluruh dokumen tambahan yang diminta pemerintah pusat sudah dilengkapi oleh Pemprov Gorontalo, termasuk rekomendasi gubernur, foto resmi, dan surat ahli waris.
“Sekarang tinggal menunggu keputusan Presiden. Kami semua berharap ada kabar baik untuk Gorontalo,” katanya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebelumnya menjelaskan, proses pengajuan gelar pahlawan nasional harus melalui tahapan berlapis, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi oleh Kementerian Sosial sebelum diserahkan ke Dewan Gelar.
Jika salah satu atau kedua tokoh tersebut ditetapkan hari ini, maka Gorontalo akan memiliki tambahan pahlawan nasional setelah Nani Wartabone, yang ditetapkan sekitar tahun 2003.
Masyarakat Gorontalo kini menanti hasil pengumuman Presiden Prabowo yang akan disampaikan dalam upacara kenegaraan peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 di Jakarta.
Soeharto Masuk Calon Pahlawan Nasional
Pemerintah memastikan akan mengumumkan tokoh-tokoh penerima gelar pahlawan nasional pada Senin (10/11/2025). Dari sederet nama yang disiapkan, Presiden ke-2 RI Soeharto dipastikan termasuk di dalamnya.
“Kurang lebih 10 nama. Ya, masuk, masuk (nama Soeharto),” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kartanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).
Prasetyo menegaskan, pengumuman akan dilakukan langsung oleh Presiden. “Besok, Insyaallah akan diumumkan. Iya (oleh Presiden),” katanya kepada wartawan.
Dalam rapat terbatas tersebut, hadir pula Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Menurut Prasetyo, pembahasan sudah masuk tahap akhir.
“Finalisasi saja, finalisasi. Tadi juga kemudian Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian juga dari Wakil Ketua DPR,” jelasnya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo menugaskan sejumlah pihak untuk berkomunikasi dengan tokoh-tokoh dan menerima masukan dari berbagai kalangan.
“Karena memang cara bekerja beliau, beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh, mendapatkan masukan dari berbagai pihak, sehingga diharapkan apa yang nanti diputuskan oleh bapak presiden, oleh pemerintah itu, sudah melalui berbagai masukan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut daftar 49 nama calon penerima gelar pahlawan sudah diserahkan kepada Presiden Prabowo oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
“Ya tentu sudah dong (diserahkan ke Presiden), dari Dewan Gelar kan. Pak Fadli Zon kan sudah menghadap Presiden untuk menyerahkan nama-nama yang telah memenuhi syarat ya,” kata Gus Ipul di Jakarta Pusat, Sabtu (8/11).
Ia menjelaskan, dari 49 nama tersebut, 40 merupakan usulan baru dan 9 berasal dari usulan lama yang belum ditetapkan.
Di antara nama-nama itu terdapat Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ulama Syekhona Kholil Bangkalan, Kiai Bisri Syansuri, serta aktivis buruh Marsinah.
“Ada beberapa nama ya, di antaranya tentu Presiden Soeharto, Presiden Gus Dur, ada Syekhona Kholil Bangkalan, ada Kiai Bisri Syansuri, dan ada pejuang-pejuang lain dari berbagai provinsi. (Marsinah) ya masuk, masuk, (kategori) pejuang buruh Marsinah juga masuk dari 49 itu,” terang Gus Ipul.
(*)
| Malam ke-20 Ramadan, Tiga Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Gorontalo, Ada yang Sedang nge-Miras |
|
|---|
| 2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.