Berita Gorontalo
Kronologi Keluhan Pasien Puskesmas Dungaliyo Viral, Dinkes dan Kapus Gorontalo Klarifikasi
Keluhan seorang warga terhadap pelayanan Puskesmas Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, viral di media sosial
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PUSKES-VIRAL-Potret-halaman-Puskesmas-Dungaliyo.jpg)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail T. Akase, menyebut pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di Puskesmas Dungaliyo.
“Teman-teman sudah turun ke sana dalam rangka melakukan investigasi. Kalau ada hal-hal yang masih kurang, akan kita lakukan tindakan perbaikan-perbaikan,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Ismail menekankan pentingnya komunikasi tenaga medis dengan pasien, terutama karena pasien datang dalam kondisi lemah dan membutuhkan empati.
Klarifikasi Kepala Puskesmas: Pasien Tetap Dilayani, Tapi Harus Antre
Kepala Puskesmas Dungaliyo, Sudirman M. Umar, membantah bahwa pasien diabaikan.
Ia menjelaskan bahwa Afliani datang pukul 09.49 Wita dan langsung masuk antrean klaster tiga, yakni kelompok pasien dewasa.
“Pasien tetap dilayani, hanya saja harus menunggu giliran. Kami sudah menggunakan sistem rekam medik elektronik (RME), sehingga semua harus antre,” jelasnya.
Terkait nada tinggi dokter, Sudirman menyebut itu hanya gaya komunikasi dan bukan bentuk kemarahan.
“Dokter tidak marah. Nada bicaranya memang begitu, beliau sudah lama bertugas di sini,” ujarnya.
Ia juga membenarkan bahwa stok stik pemeriksaan di laboratorium kosong, namun sebenarnya tersedia di ruangan Program Penyakit Tidak Menular (PTM).
Sayangnya, saat petugas hendak mengambil stik, pasien sudah terlanjur ke apotek sehingga resep belum sempat diinput.
Dokter Windy Tjoe, yang menangani Afliani, juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak ada niat membentak pasien.
“Saya bukan marah-marah. Mungkin nada suara atau gaya komunikasi saya yang dianggap kurang menyenangkan. Saya hanya mensuport ibu itu,” tegasnya.
Windy menyebut dirinya hanya ingin menyemangati pasien agar tetap kuat dan menjaga pola makan, terutama karena Afliani memiliki dua anak kecil.
(*)
| Malam ke-20 Ramadan, Tiga Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Gorontalo, Ada yang Sedang nge-Miras |
|
|---|
| 2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|