Selasa, 17 Maret 2026

Berita Internasional

Gempa Bumi Susulan 5,5 Guncang Afghanistan, Korban Jiwa Dipastikan Bertambah

Sebuah gempa berkekuatan 5,5 mengguncang Afghanistan bagian tenggara pada Selasa (2/9/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Bumi Susulan 5,5 Guncang Afghanistan, Korban Jiwa Dipastikan Bertambah
doc
PUING GEMPA -- Sejumlah warga berada di puing-puing gempa 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah gempa berkekuatan 5,5 mengguncang Afghanistan bagian tenggara pada Selasa (2/9/2025).

Getarannya memicu kepanikan baru hanya dua hari setelah gempa besar yang menewaskan lebih dari 1.400 orang dan melukai ribuan lainnya.

Badan geologi mencatat lindu terjadi di kedalaman dangkal 10 kilometer, sama dengan gempa bermagnitudo 6 yang melanda pada Minggu tengah malam.

Guncangan pertama itu telah meratakan rumah-rumah di desa-desa terpencil dan menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Getaran susulan pada Selasa memicu longsoran batu dari perbukitan, memutus akses jalan, serta menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan.

“Lebih banyak orang terluka, kemungkinan jumlah korban tewas akan terus bertambah,” ujar Safiullah Noorzai dari Aseel, sebuah platform kemanusiaan yang menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.

Seorang jurnalis Reuters yang sempat menjangkau lokasi sebelum gempa susulan melaporkan, hampir seluruh rumah di desa-desa hancur.

Warga masih berusaha menggali reruntuhan mencari penyintas ketika lindu kedua merobohkan bangunan yang sebelumnya hanya retak.

Menurut juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, hingga Selasa malam tercatat sedikitnya 1.411 orang meninggal dunia, 3.124 orang luka-luka, dan lebih dari 5.400 rumah rata dengan tanah.

PBB memperingatkan jumlah korban hampir pasti akan meningkat seiring sulitnya akses ke wilayah pegunungan.

Organisasi Save the Children mendesak dunia segera menyalurkan dana darurat.

“Ini adalah perlombaan melawan waktu untuk menyelamatkan nyawa mengevakuasi korban dari desa terpencil yang terputus dan memastikan air bersih, makanan, serta tempat tinggal segera tiba,” kata Samira Sayed Rahman, Direktur Program dan Advokasi Save the Children.

Gempa di kawasan pegunungan Hindu Kush bukan hal baru, sebab wilayah ini berada di pertemuan lempeng India dan Eurasia.

Provinsi Kunar dan Nangarhar menjadi daerah paling parah dilanda gempa Minggu lalu.

Jalan-jalan pegunungan yang retak dipenuhi antrean ambulans, sementara helikopter bolak-balik membawa logistik serta mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Unicef mengingatkan ribuan anak berada dalam kondisi berisiko tinggi. Badan PBB itu mengirim obat-obatan, pakaian hangat, tenda, perlengkapan kebersihan, hingga air bersih.

WHO menegaskan lebih dari 12.000 orang terdampak langsung, dengan sistem kesehatan lokal nyaris lumpuh dan sepenuhnya bergantung pada bantuan internasional.

Taliban mengerahkan pasukan untuk membantu warga, tetapi keterbatasan sumber daya, jalan rusak, dan gempa susulan membuat operasi kemanusiaan sangat sulit.

Banyak keluarga kini tinggal di alam terbuka, dihantui rasa takut akan guncangan berikutnya.

Sejumlah negara mulai menyalurkan bantuan. Inggris mengalokasikan £1 juta, India mengirim 1.000 tenda dan 15 ton bahan makanan, sementara Tiongkok, Uni Emirat Arab, Uni Eropa, Pakistan, dan Iran juga menyatakan komitmen, meski sebagian bantuan belum tiba.

Keterlambatan bantuan diperparah pemangkasan dana internasional.

Keputusan mantan Presiden AS Donald Trump pada awal tahun memangkas dana USAID serta berkurangnya dukungan donor akibat kebijakan Taliban terhadap perempuan dan pekerja kemanusiaan, membuat Afghanistan semakin rentan menghadapi bencana. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved