Senin, 16 Maret 2026

Universitas Negeri Gorontalo

Riset UNG Ungkap 15 Spesies Ikan di Torosiaje Gorontalo Terkontaminasi Mikroplastik

Sebuah peringatan keras bagi kesehatan publik dan kelestarian ekosistem laut muncul dari perairan Teluk Tomini.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Riset UNG Ungkap 15 Spesies Ikan di Torosiaje Gorontalo Terkontaminasi Mikroplastik
Freepik
IKAN TERCEMAR -- Ilustrasi ikan mati. Sejumlah peneliti UNG mengungkap ikan konsumsi di Torosiaje terkontaminasi mikroplastik. (Sumber Foto: Freepik) 

Meskipun wilayah Torosiaje Settlement (permukiman di atas laut) menunjukkan angka kontaminasi yang sedikit lebih rendah dibandingkan daratan (mainland), para peneliti menegaskan bahwa status "bebas plastik" sudah tidak ditemukan lagi di seluruh penjuru sampel perairan tersebut. Hal ini menandakan distribusi polutan yang sudah merata di ekosistem laut pesisir Pohuwato.

Karakteristik Pencemaran

Berdasarkan analisis laboratorium, karakteristik mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh bentuk serat atau fiber dengan persentase mencapai 94 persen dari total partikel.

Dominasi bentuk serat ini memberikan petunjuk kuat mengenai asal-usul pencemaran yang terjadi.

Warna biru menjadi identitas visual utama dari polutan ini, di mana 83 persen partikel yang ditemukan berwarna biru tua. Selebihnya adalah partikel berwarna transparan dan hitam yang ditemukan dalam jumlah yang jauh lebih kecil namun tetap signifikan secara dampak.

Para peneliti menarik benang merah bahwa dominasi serat biru ini sangat erat kaitannya dengan aktivitas keseharian manusia di wilayah pesisir.

Penggunaan jaring nilon dan tali alat tangkap ikan disinyalir menjadi kontributor utama lepasnya serat-serat plastik tersebut ke kolom air.

Selain dari alat tangkap, sumber polutan yang tak terduga berasal dari limbah domestik, yakni pakaian sintetis. Serat kain nilon atau poliester yang terlepas saat proses mencuci baju di rumah tangga langsung terbuang ke laut, kemudian pecah menjadi partikel mikro yang tertelan oleh ikan.

Secara ukuran, mayoritas mikroplastik yang ditemukan berada pada rentang 1.000–5.000 mikrometer. Ukuran ini mengindikasikan bahwa plastik-plastik tersebut adalah mikroplastik sekunder, hasil dari fragmentasi sampah plastik berukuran besar yang terdegradasi akibat paparan sinar matahari dan ombak.

Baca juga: HUT DWP dan Hari Ibu, UNG Ungkap Peran Strategis Perempuan dalam Perkuat Fondasi Pendidikan

Mendesaknya Kebijakan dan Pengelolaan Berbasis Komunitas

Menyikapi temuan ini, tim peneliti UNG merekomendasikan adanya langkah nyata dari pemerintah daerah. Pengelolaan sampah pesisir tidak bisa lagi dilakukan dengan metode konvensional, melainkan harus berbasis komunitas dan kearifan lokal.

Edukasi mengenai penggunaan bahan sintetis harus mulai digalakkan. Masyarakat perlu disadarkan bahwa cara mencuci baju dan pemilihan alat tangkap ikan memiliki kaitan langsung dengan kebersihan makanan yang mereka hidangkan di meja makan.

Pemerintah Kabupaten Pohuwato diharapkan mampu menyusun regulasi khusus terkait pengurangan plastik sekali pakai dan sistem filtrasi limbah rumah tangga di pemukiman atas air. Torosiaje sebagai destinasi wisata budaya sekaligus pusat perikanan harus diproteksi secara hukum.

Selain itu, diperlukan pemantauan rutin terhadap biota laut di Teluk Tomini. Riset ini baru merupakan data awal; pemantauan jangka panjang diperlukan untuk melihat apakah tingkat kontaminasi ini menurun atau justru meningkat seiring waktu.

Upaya mitigasi harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga tokoh adat Bajo. Tanpa adanya tindakan kolektif, mikroplastik akan terus menumpuk dan merusak warisan laut yang selama ini dibanggakan Gorontalo. 

 

Disclaimer:  Judul berita ''Riset UNG Ungkap Ikan Konsumsi di Torosiaje Gorontalo Terkontaminasi Mikroplastik'' diubah karena berpotensi menimbulkan miss-persepsi. Riset UNG melibatkan 15 sampel saja sehingga bukan berarti semua jenis ikan di perairan Torosiaje tercemar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved