Opini
MBG - Koperasi Merah Putih Prabowo : Dikritisi di Pusat, Dipuja di Daerah
Dikritisi di Pusat, Dipuja di Daerah, Membaca Paradoks Politik Ekonomi dari Gorontalo hingga Pulau Terluar Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dr-Herwin-Mopangga-fffffff888888.jpg)
Jumlah merchant QRIS telah mencapai lebih dari 146 ribu merchant dengan dominasi usaha mikro kecil mencapai 96,63 persen. Volume transaksi QRIS rata-rata mencapai Rp225 miliar per bulan. Ini menunjukkan bahwa ekonomi rakyat kecil mulai masuk ke ekosistem digital nasional.
Karena itu, kritik terhadap MBG dan KD-KMP seharusnya tidak berhenti pada narasi program populis atau bancakan uang rakyat. Yang jauh lebih penting adalah memastikan program-program tersebut memiliki desain ekonomi yang produktif, terukur, dan berkelanjutan.
Pemerintah tetap memerlukan kebijakan pro-pertumbuhan seperti industrialisasi, hilirisasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja modern.
Namun pada saat yang sama, negara juga tidak boleh mengabaikan jutaan masyarakat pinggiran yang masih bergulat dengan kebutuhan paling dasar: pangan, pendidikan, kesehatan, dan pendapatan minimum.
Pada akhirnya, antusiasme warga Gorontalo dan kritik keras dari kota-kota besar terhadap kebijakan yang sama sesungguhnya adalah refleksi dari ketimpangan Indonesia sendiri.
Ada Indonesia yang sudah bicara soal investasi, efisiensi dan produktivitas global. Tetapi ada pula Indonesia yang masih sangat membutuhkan kehadiran langsung negara untuk memastikan dapur tetap mengepul dan anak-anak tetap bisa makan bergizi.
Sebab Indonesia bukan hanya Jakarta. Indonesia juga adalah Miangas, Talaud, Gorontalo, pesisir Sulawesi, pedalaman Papua, dan ribuan wilayah pinggiran lain yang sering kali baru merasa benar-benar diperhatikan ketika Presiden datang membawa program yang langsung menyentuh kebutuhan hidup mereka. (*/Opini)
| OPINI : Dekadensi Moral dan Darurat Kekerasan pada Anak Usia Dini di Provinsi Gorontalo |
|
|---|
| Merokok dan Kemiskinan: Analisis Kebijakan Publik untuk Memutus Siklus Kemiskinan Akibat Rokok |
|
|---|
| Antara Hukum dan Kenyataan: Regulasi Perkawinan Anak Belum Jadi Tameng di Gorontalo |
|
|---|
| Aktivis Perempuan Gorontalo: Labelling Bikin Korban Kasus Pelecehan Takut Melapor |
|
|---|
| Edukasi Menjaga Kesehatan Mental Anak Melalui Layanan Paud Berbasis Teknologi Pembelajaran |
|
|---|