Berita Katolik
Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Persembahkan Patung St Yusuf Arimatea ke Paus Leo XIV
Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) persembahkan patung St Yusuf Arimatea kepada Paus Leo XIV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Paus-Leo-XIV-menerima-patung-Yusuf-Arimatea-ddddd.jpg)
Ringkasan Berita:
- Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) persembahkan patung St Yusuf Arimatea kepada Paus Leo XIV.
- WKI dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) beraudiensi dengan Paus Leo di Lapangan St Petrus
TRIBUNGORONTALO.COM - Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) persembahkan patung St Yusuf Arimatea kepada Paus Leo XIV.
Patung St Yusuf dari Arimatea secara khusus dipersembahkan kepada Paus Jelang Hari Raya Paskah.
Karya yang pertama kali dibuat di Indonesia ini tentang tokoh Yusuf Arimatea dan proses penurunan tubuh Yesus Kristus yang telah wafat dari kayu salib.
Ada empat tokoh lain yang terlibat dalam proses penurunan tersebut yakni Bunda Maria, Maria Magdalena, dan dua orang suruhan Yusuf Arimatea.
Patung tersebut merupakan hasil desain AM Putut Prabantoro, Founder Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).
Hasil karya itu diberikan kepada Paus Leo XIV oleh Stanislaus Jumar Sudiyana pada saat delegasi PWKI dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) beraudiensi dengan Paus Leo di Lapangan St Petrus, Vatikan pada Rabu (25/03/2026
Hadir juga delegasi PWKI lain yakni Mayong Suryo Laksono, Bonfilio Mahendra Wahanaputera dan Asni Ovier Dengen Paluin.
Sementara dari KWI hadir, Ketua Komisi Komunikasi Sosial Mgr Agustinus Tri Budi Utomo yang juga Uskup Surabaya dan Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial, Rm Petrus Noegroho Agoeng Sri Widodo.
Delegasi PWKI dan KWI didampingi oleh Rm Markus Solo Kewuta SVD, satu-satunya pejabat Vatikan yang berasal dari Indonesia.
PWKI dan KWI berkunjung ke Vatikan dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman (MOU) penggunaan Bahasa Indonesia secara resmi oleh Vatikan melalui Vatican News. MOU tersebut ditandatangani KWI dan Dikasteri (Kementerian) Komunikasi Takhta Suci setelah audiensi dengan Paus Leo XIV.
Yusuf Arimatea adalah tokoh elit Yahudi berpengaruh dengan status sosial tingkat atas. Dia adalah seorang kaya dengan jabatan sebagai anggota Mahkamah Agama Yahudi (Sanhedrin) yang disegani karena kewenangannya. Ia secara rahasia dan diam-diam menjadi salah satu murid Yesus.
Ketika penyaliban Yesus, Yusuf Arimatea memberanikan diri meminta jenasah Yesus untuk diturunkan dan dimakamkan dengan layak. Permintaan itu disampaikan kepada penguasa Roma di Yerusalem, Pontius Pilatus. Setelah permintaan tersebut dikabulkan. Yusuf Arimatea kemudian menurunkan jenasah Yesus dari Salib dan kemudian memakamkan Yesus di area pemakaman yang dibuat oleh Yusuf Arimatea.
Patung Tiga Dimensi Karya Pertama di Indonesia
Menurut Putut Prabantoro, bisa dipastikan patung tiga dimensi tersebut merupakan karya pertama di Indonesia. Bahkan patung dengan adegan penurunan seperti itu sulit ditemukan di belahan dunia lain termasuk di Roma, Italia yang merupakan pusat gereja Katolik dunia. Dirinya meminta bantuan Mas Nico dari Brata Gallery di Yogya untuk membuatkan patung tersebut.
“Sebelum membuat patung tersebut, saya sudah melakukan penelusuran ke berbagai sumber melalui internet. Bahkan pematung di berbagai kota di Indonesia ketika diminta untuk membuat patung Yusuf Arimatea, selalu meminta contoh atau model jadi, untuk memudahkan pembuatannya. Sementara toko-toko penjual patung-patung rohani dengan cepat menyatakan tidak pernah memiliki,” ujar Putut Prabantoro.
Pengakuan Founder PWKI tersebut, desain yang dibuatnya dilakukan berdasarkan rekonstruksi dari cerita kakaknya L Putut Widiantoro yang mendapat bisikan seorang pria serta penampakan (vision) tentang kisah penurunan tubuh Yesus oleh Yusuf Arimatea. Oleh Widiantoro, adiknya diminta untuk mempersembahkan patung tersebut kepada Paus.
| Vatican News, Kantor Berita Resmi Vatikan Kini Gunakan Bahasa Indonesia |
|
|---|
| Paus Leo XIV Pidato State of World di Hadapan Diplomat, Kecam Penggunaan Kekuatan Militer |
|
|---|
| Paus Leo XIV Akhiri Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Tutup Pintu Suci Basilika St Petrus Vatikan |
|
|---|
| Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Desak Rusia dan Ukraina Berdialog dan Akhiri Perang |
|
|---|
| Paus Leo XIV Berikan Penghargaan Pro Ecclesia et Pontifice ke Sejumlah Tokoh, Ada Muliawan Margadana |
|
|---|