Berita Katolik
Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Desak Rusia dan Ukraina Berdialog dan Akhiri Perang
Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina
Ringkasan Berita:
- Paus Leo XIV mendesak Rusia dan Ukraina untuk "berani", berunding dan mengakhiri perang
- Sikap Paus Leo XIV terhadap perang di Ukraina dari sejak awal sangat tegas
- Paus Leo XIV berdoa untuk “keadilan, perdamaian, dan stabilitas bagi Lebanon, Palestina, Israel, dan Suriah,” dan mendesak agar janji perdamaian yang berakar pada kebenaran diperbarui.
TRIBUNGORONTALO.COM - Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina untuk "berani", berunding dan mengakhiri perang.
Hal ini diungkapkan Paus Leo XIV di hadapan ribuan umat beriman yang berada di Lapangan Santo Petrus, Vatikan saat mendung dan gerimis lembut.
Desakan Paus Leo XIV itu disampaikan dari balkon utama Basilika St. Petrus, Vatikan sebelum memberikan berkat "Urbi et Orbi" (bagi Kota dan Dunia) pada Kamis (25/12/2025).
Berkat "Urbi et Orbi" atau juga disebut Berkat Paus ini memiliki sejarah panjang. Secara tradisi, pemberian berkat yang dimulai sejak abad pertengahan itu lalu berkembang, Paus memberikan berkat "Urbi et Orbi" yang disebut "Berkat Paus" pada Hari Raya Paskah dan Natal.
Dalam pesan Natal pertamanya sebagai paus, Paus Leo XIV, menyerukan agar kedua belah pihak berani untuk berunding dan mengakhiri perang, saat perang terus berlanjut di Ukraina dan gencatan senjata masih belum tercapai.
Dua hari sebelumnya, Selasa (23/12/2025) Paus Leo XIV mengatakan di Castel Gandolfo, tempat peritirahtan musim panas, “Di antara hal-hal yang membuat saya sangat sedih adalah kenyataan bahwa Rusia tampaknya telah menolak permintaan gencatan senjata."
Saat itu, pemimpin umat Katolik Roma sedunia ini mengatakan, "Saya kembali menyampaikan permohonan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian – setidaknya pada hari raya kelahiran Juru Selamat kita.”
Rusia telah berulang kali menolak seruan gencatan senjata dalam perangnya di Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya akan memberikan keuntungan militer kepada Kyiv.
Merujuk pada konflik secara umum, Leo berkata: “Saya berharap mereka akan mendengarkan dan akan ada 24 jam perdamaian di seluruh dunia.”
Sejak semula, sikap Vatikan sangat jelas terhadap perang Ukraina - Rusia. Vatikan, berulang-kali mendesak kedua-belah pihak untuk berani terlibat dalam dialog dan pembicaraan yang tulus dan penuh hormat, meskipun terasa sulit, untuk mencegah kehancuran lebih lanjut.
Tahun 2023, menjelang setahun setelah perang pecah (mulai Februari 2022), Paus Fransiskus mengatakan, “Saya menyampaikan permohonan yang paling sungguh-sungguh kepada bangsa-bangsa yang berperang… untuk perdamaian yang stabil dan terhormat bagi semua. Sayangnya, permohonan saya tidak didengar, dan perang berlanjut, dengan sengit, selama dua tahun lagi, dengan segala kengeriannya.”
“Perang menjadi semakin kejam dan meluas ke darat, laut, bahkan ke udara,” lanjut Paus, “dan kematian menimpa kota-kota yang tak berdaya, desa-desa yang tenang, dan penduduknya yang tak berdosa.”
Seruan serupa dahulu disampaikan Paus Benediktus XV, selama PD I (1917). Ketika itu, Paus Benediktus XV mengatakan bahwa pihak-pihak yang berperang harus mengganti “kekuatan materi senjata” dengan “kekuatan moral hukum,” dan menyerukan arbitrase internasional serta evakuasi wilayah yang diduduki. Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan yang jujur terhadap klaim-klaim yang saling bertentangan.
Kata Paus Leo XIV, di hadapan 26.000 umat beriman, "Semoga suara senjata berhenti, dan semoga pihak-pihak yang terlibat, dengan dukungan dan komitmen komunitas internasional, menemukan keberanian untuk terlibat dalam dialog yang tulus, langsung, dan penuh hormat."
Sikap Paus Leo XIV terhadap perang di Ukraina
| Paus Leo XIV Pidato State of World di Hadapan Diplomat, Kecam Penggunaan Kekuatan Militer |
|
|---|
| Paus Leo XIV Akhiri Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Tutup Pintu Suci Basilika St Petrus Vatikan |
|
|---|
| Paus Leo XIV Berikan Penghargaan Pro Ecclesia et Pontifice ke Sejumlah Tokoh, Ada Muliawan Margadana |
|
|---|
| Dubes RI Untuk Vatikan Keluarkan Ajakan Ini ke Penyelenggara Tour ke Roma dan Pastor Pendamping |
|
|---|
| Komisi Kerawam KWI Gelar Pertemuan Nasional, Dorong Umat Katolik Pilih Sekolah Kedinasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Paus-Leo-Natal-88d888.jpg)