Berita Katolik

Paus Leo  XIV Serukan Perdamaian, Desak Rusia dan Ukraina Berdialog dan Akhiri Perang

Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina

|
Editor: Aldi Ponge
Tangkap Layar YouTube EWTN
KHOTBAH PAUS LEO - Tangkap layar dari EWTN saat Paus Leo XIV menyampaikan khutbah Minggu pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (11/5/2025). Paus Leo XIV mengecam kondisi warga Palestina di Gaza dalam khotbah Natal pertamanya setelah terpilih menjadi Paus. 

Ringkasan Berita:
  • Paus Leo XIV mendesak Rusia dan Ukraina untuk "berani", berunding dan mengakhiri perang
  • Sikap Paus Leo XIV terhadap perang di Ukraina dari sejak awal sangat tegas
  • Paus Leo XIV berdoa untuk “keadilan, perdamaian, dan stabilitas bagi Lebanon, Palestina, Israel, dan Suriah,” dan mendesak agar janji perdamaian yang berakar pada kebenaran diperbarui. 

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina untuk "berani", berunding dan mengakhiri perang.

Hal ini diungkapkan Paus Leo XIV di hadapan ribuan umat beriman yang berada di Lapangan Santo Petrus, Vatikan saat mendung dan gerimis lembut.

Desakan Paus Leo XIV itu disampaikan dari balkon utama Basilika St. Petrus, Vatikan sebelum memberikan berkat "Urbi et Orbi" (bagi Kota dan Dunia) pada Kamis (25/12/2025).

Berkat "Urbi et Orbi" atau juga disebut Berkat Paus ini memiliki sejarah panjang. Secara tradisi, pemberian berkat yang dimulai sejak abad pertengahan itu lalu berkembang, Paus memberikan berkat "Urbi et Orbi" yang disebut "Berkat Paus" pada Hari Raya Paskah dan Natal. 

Dalam pesan Natal pertamanya sebagai paus, Paus Leo XIV,  menyerukan agar kedua belah pihak berani untuk berunding dan mengakhiri perang,  saat perang terus berlanjut di Ukraina dan gencatan senjata masih belum tercapai.

PAUS TERPILH -- Paus Leo XIV yang baru terpilih, yang sebelumnya adalah Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat, muncul di balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan pada hari Kamis. | Paus Leo XIV yang baru terpilih, yang sebelumnya adalah Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat, muncul di balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan pada hari Kamis. waktu setempat.
SERUAN PAUS-- Paus Leo XIV saat terpilih dan muncul di balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan pada Mei 2025 silam. Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina untuk "berani", berunding dan mengakhiri perang. (Reuters)

Dua hari sebelumnya,  Selasa (23/12/2025) Paus Leo XIV mengatakan  di Castel Gandolfo, tempat peritirahtan musim panas, “Di antara hal-hal yang membuat saya sangat sedih adalah kenyataan bahwa Rusia tampaknya telah menolak permintaan gencatan senjata."

Saat itu, pemimpin umat Katolik Roma sedunia ini mengatakan, "Saya kembali menyampaikan permohonan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian – setidaknya pada hari raya kelahiran Juru Selamat kita.”

Rusia telah berulang kali menolak seruan gencatan senjata dalam perangnya di Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya akan memberikan keuntungan militer kepada Kyiv.  

Merujuk pada konflik secara umum, Leo berkata: “Saya berharap mereka akan mendengarkan dan akan ada 24 jam perdamaian di seluruh dunia.” 

Sejak semula, sikap Vatikan sangat jelas terhadap perang Ukraina - Rusia. Vatikan, berulang-kali mendesak kedua-belah pihak untuk berani terlibat dalam dialog dan pembicaraan yang tulus dan penuh hormat, meskipun terasa sulit, untuk mencegah kehancuran lebih lanjut.

Tahun 2023, menjelang setahun setelah perang pecah (mulai Februari 2022), Paus Fransiskus  mengatakan, “Saya menyampaikan permohonan yang paling sungguh-sungguh kepada bangsa-bangsa yang berperang… untuk perdamaian yang stabil dan terhormat bagi semua. Sayangnya, permohonan saya tidak didengar, dan perang berlanjut, dengan sengit, selama dua tahun lagi, dengan segala kengeriannya.”

“Perang menjadi semakin kejam dan meluas ke darat, laut, bahkan ke udara,” lanjut Paus, “dan kematian menimpa kota-kota yang tak berdaya, desa-desa yang tenang, dan penduduknya yang tak berdosa.”

Seruan serupa dahulu disampaikan Paus Benediktus XV, selama PD I (1917). Ketika itu, Paus Benediktus XV mengatakan bahwa pihak-pihak yang berperang harus mengganti “kekuatan materi senjata” dengan “kekuatan moral hukum,” dan menyerukan arbitrase internasional serta evakuasi wilayah yang diduduki. Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan yang jujur ​​terhadap klaim-klaim yang saling bertentangan.

Kata Paus Leo XIV,  di hadapan 26.000 umat beriman, "Semoga suara senjata berhenti, dan semoga pihak-pihak yang terlibat, dengan dukungan dan komitmen komunitas internasional, menemukan keberanian untuk terlibat dalam dialog yang tulus, langsung, dan penuh hormat." 

PAUS BARU TERPILIH - Terpilihnya Kardinal Robert Prevost sebagai Paus Leo XIV menjadi babak baru dalam sejarah Gereja Katolik, menghadirkan harapan dan tantangan di tengah dinamika global yang terus berubah.
SERUAN PAUS-- Paus Leo XIV saat terpilih dan muncul di balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan pada Mei 2025 silam. Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina untuk "berani", berunding dan mengakhiri perang. (OSV News/Reuters/Yara Nard)

Sikap Paus Leo XIV terhadap perang di Ukraina

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved