Berita Katolik

Paus Leo  XIV Serukan Perdamaian, Desak Rusia dan Ukraina Berdialog dan Akhiri Perang

Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina

|
Editor: Aldi Ponge
Tangkap Layar YouTube EWTN
KHOTBAH PAUS LEO - Tangkap layar dari EWTN saat Paus Leo XIV menyampaikan khutbah Minggu pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (11/5/2025). Paus Leo XIV mengecam kondisi warga Palestina di Gaza dalam khotbah Natal pertamanya setelah terpilih menjadi Paus. 

Sikap Paus Leo XIV terhadap perang di Ukraina dari sejak awal sangat tegas. Tiga hari setelah terpilih atau 11 Mei 2025,  Paus Leo XIV pertama kali secara terbuka menyatakan simpatinya kepada rakyat Ukraina ketika ia berkata: "Saya turut merasakan penderitaan rakyat Ukraina yang terkasih, katanya.

Selain itu, Paus Leo juga secara langsung menargetkan warga Ukraina, dan kemudian mengatakan bahwa ia memikirkan terutama keluarga-keluarga yang menderita akibat perang, termasuk di Ukraina. Menurut Paus Leo XIV, tidak ada kemenangan bersenjata yang dapat menggantikan penderitaan para ibu, ketakutan anak-anak, atau masa depan yang dicuri juga sangat kuat. 

Ia mencatat bahwa rakyat Ukraina menderita akibat serangan serius terhadap warga sipil dan infrastruktur. Kata Paus Leo XIV, "Dunia kita terus terluka oleh perang di Ukraina dan di banyak wilayah lain di dunia", katanya pada bulan Agustus. Lalu, paus  menyerukan doa agar Tuhan mengeringkan air mata mereka yang menderita akibat konflik bersenjata yang sedang berlangsung.

 Dalam pidatonya kepada para peziarah Ukraina, 28 Juni 2025,  Paus Leo XIV menyatakan kedekatannya dengan Ukraina yang terkepung, dengan anak-anak, kaum muda, orang tua, dan terutama dengan keluarga yang berduka atas orang-orang terkasih mereka, dan meyakinkan akan turut berduka cita atas para tawanan dan korban perang yang tidak masuk akal ini.

Paus Leo XIV secara terbuka menentang agresi Rusia bahkan sebelum menjadi Paus. Pada tahun 2022,  ia menggambarkan perang Rusia di Ukraina sebagai "invasi imperialis" yang bertujuan untuk merebut kekuasaan. Ini berbeda dengan Paus Fransiskus yang mengambil pendekatan lebih diplomatis, menekankan persaudaraan antara Ukraina dan Rusia, yang menuai kritik dari banyak negara.

Tetapi, dahulu, sikap Paus Fransiskus, jelas jauh berbeda dari posisi negara-negara Barat. Ia ingin mengakhiri persenjataan Barat di Ukraina dan menegosiasikan gencatan senjata segera. Paus secara eksplisit memperingatkan terhadap perlombaan senjata di Ukraina. Sikap seperti ini juga diambil Paus Leo XIV.

Menurut studi Centre for Strategic and International Studies (CSIS, 2025) yang berbasis di AS, jumlah korban tewas militer Rusia mencapai 250.000 orang dan total korban, termasuk yang terluka, lebih dari 950.000. Ukraina juga mengalami kerugian yang sangat tinggi, dengan antara 60.000 hingga 100.000 personel tewas dan total korban mencapai sekitar 400.000 orang.

Perdamaian adalah tema sentral dalam doktrin Katolik

"Pace" atau "peace", perdamaian adalah tema sentral dalam doktrin Katolik: sudah ada dalam Alkitab dan dalam tradisi Kristen, tema ini secara bertahap diintegrasikan ke dalam teks-teks resmi Gereja Katolik Roma, dan secara perlahan membentuk dasar wacana Takhta Suci. Dengan ensiklik Pacem in Terris (1963), Paus Yohanes XXIII, misalnya, menjadikan promosi perdamaian sebagai prioritas kepausan.

Paus Yohanes XXIII adalah paus pertama yang menganjurkan “pelucutan senjata integral,” yang hanya dapat dicapai melalui pembaharuan hati dan pikiran. Dalam Pacem in Terris, ia menulis: “Setiap orang harus menyadari bahwa, kecuali proses pelucutan senjata ini menyeluruh dan lengkap, dan mencapai jiwa manusia, mustahil untuk menghentikan perlombaan senjata, atau mengurangi persenjataan, atau — dan ini yang utama — pada akhirnya menghapuskannya sepenuhnya."

Menurut Paus Yohanes XXIII, "Setiap orang harus dengan tulus bekerja sama dalam upaya untuk menghilangkan rasa takut dan kecemasan akan perang dari pikiran kita. Tetapi ini membutuhkan penggantian prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan perdamaian di dunia saat ini dengan prinsip yang sama sekali berbeda, yaitu, kesadaran bahwa perdamaian sejati dan abadi antar bangsa tidak dapat terdiri dari kepemilikan persediaan persenjataan yang sama tetapi hanya dalam saling percaya. Dan kami yakin bahwa ini dapat dicapai, karena ini adalah hal yang tidak hanya didikte oleh akal sehat, tetapi juga merupakan hal yang paling diinginkan dan paling bermanfaat.” 

Maka, pidato tahunan para penerus Petrus telah mengidentifikasi beberapa ancaman terhadap perdamaian, pertama dan terutama perang, tetapi juga totalitarianisme, ketidakadilan sosial dan ekonomi, serta kurangnya persaudaraan dan kepedulian terhadap alam.

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian dan Penghiburan Bagi Korban Peran

Pada hari Kamis, Paus Leo XIV menggunakan pesan Natal pertamanya sebagai Paus untuk menyerukan “perdamaian dan penghiburan bagi para korban semua perang yang terjadi di dunia saat ini” serta bagi mereka yang menderita “ketidakadilan, ketidakstabilan politik, penganiayaan agama, dan terorisme.”

Paus  Leo XIV menggemakan banyak keprihatinan pendahulunya, Paus Fransiskus, dengan mendesak perlindungan bagi pengungsi, korban bencana iklim, pengangguran, dan mereka yang dieksploitasi. Selain itu, Paus Leo XIV menyerukan “dialog” di Amerika Latin di tengah meningkatnya serangan Angkatan Laut AS di wilayah itu dan perawatan yang lebih baik bagi para migran yang “melintasi benua Amerika.” 

Selain perang Ukraina dan Rusia yang menjadi perhatian, Paus Leo XIV  juga mengecam kekacauan dan konflik yang melanda bagian lain dunia, termasuk Thailand dan Kamboja di mana bentrokan perbatasan yang mematikan telah berkobar meskipun ada gencatan senjata pada bulan Juli. 

Pada kesempatan itu, Paus Leo XIV, meminta agar "persahabatan kuno" negara-negara Asia Tenggara dipulihkan dan "berupaya menuju rekonsiliasi dan perdamaian".

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 20 Februari 2026 (2 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:21
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved