Berita Katolik
Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Desak Rusia dan Ukraina Berdialog dan Akhiri Perang
Pemimpin umat Katolik Roma sedunia, Paus Leo XIV seruhkan perdamaian dunia dan mendesak Rusia dan Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Paus-Leo-Natal-88d888.jpg)
Dalam khotbah Natal di Basilika St. Petrus, Paus Leo XIV menyesalkan kondisi para tunawisma di seluruh dunia, dan kerusakan yang disebabkan oleh konflik. "Rapuhlah raga penduduk yang tak berdaya, yang telah ditempa oleh begitu banyak perang, yang sedang berlangsung atau telah berakhir, meninggalkan puing-puing dan luka terbuka," katanya.
Ia mengatakan kisah kelahiran Yesus menunjukkan bahwa Tuhan telah "mendirikan kemah-Nya yang rapuh" di antara orang-orang di dunia. Lalu, mengapa kita tidak memikirkan tenda-tenda di Gaza, yang terpapar hujan, angin, dan dingin selama berminggu-minggu?"
Gaza telah hancur akibat pemboman Israel dalam perang dua tahun, yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Badai musim dingin telah memperburuk penderitaan 2,1 juta penduduk wilayah tersebut, yang hampir semuanya telah mengungsi dan rumah mereka rusak atau hancur.
Lembaga-lembaga bantuan telah menyerukan agar Israel mengizinkan lebih banyak tenda dan pasokan yang sangat dibutuhkan masuk ke Gaza. Cogat, badan militer Israel yang mengontrol penyeberangan perbatasan Gaza, menolak klaim pembatasan bantuan yang disengaja, dengan mengatakan hampir 310.000 tenda dan terpal telah dikirim sejak dimulainya gencatan senjata pada bulan Oktober.
Paus Leo XIV berdoa untuk Perdamaian
Paus Leo XIV berdoa untuk “keadilan, perdamaian, dan stabilitas bagi Lebanon, Palestina, Israel, dan Suriah,” dan mendesak agar janji perdamaian yang berakar pada kebenaran diperbarui.
Ia secara khusus memohon untuk Ukraina, meminta agar “suara senjata berhenti,” dan agar semua pihak yang terlibat, dengan dukungan komunitas internasional, menemukan keberanian untuk terlibat dalam “dialog yang tulus, langsung, dan penuh hormat.”
Mengingat konflik yang berisiko dilupakan, Paus Leo XIV menyatakan kedekatannya kepada para korban perang dan kekerasan di Sudan, Sudan Selatan, Mali, Burkina Faso, dan Republik Demokratik Kongo, serta kepada semua orang yang menderita akibat ketidakadilan, ketidakstabilan politik, penganiayaan agama, dan terorisme.
Paus juga berdoa untuk Haiti, menyerukan diakhirinya kekerasan dan kemajuan di jalan perdamaian dan rekonsiliasi. Ia juga memohon perdamaian untuk Myanmar, meminta agar negara itu dibimbing menuju rekonsiliasi dan harapan, terutama untuk generasi mudanya. Beralih ke Amerika Latin, ia mendorong mereka yang memiliki tanggung jawab politik untuk memberi ruang bagi dialog demi kebaikan bersama, alih-alih perpecahan ideologis dan partisan. (KBRI Takhta Suci)
| Paus Leo XIV Rilis Ensiklik Pertamanya : AI Harus Melayani Kemanusiaan |
|
|---|
| Perayaan 75 Tahun Caritas Internationalis dan 20 Tahun Caritas Indonesia Digelar di Labuan Bajo NTT |
|
|---|
| Vatikan dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sepakati Kerjasama di Bidang Pendidikan |
|
|---|
| Terima Kunjungan PWKI, Ketua Komisi Komsos KWI Mgr Agustinus Ajak Wartawan Kembali ke Jati Dirinya |
|
|---|
| Ketua KWI Mgr Antonius Apresiasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Temui Paus Leo XIV di Vatikan |
|
|---|