Ramadan 2026
Tetap Bisa Makan Pedas Saat Puasa? Simak 4 Tips Agar Lambung Tetap Aman
Makanan pedas saat puasa ternyata aman selama wajar. Simak tips dari pakar agar tetap nikmat tanpa gangguan pencernaan.
Ringkasan Berita:
- Cabai mengandung serat, vitamin, dan capsaicin yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh dan meredakan pegal.
- Batasi konsumsi pedas bagi penderita maag, gangguan lambung, atau ambeien agar tidak memperparah gejala.
- Kunci aman makan pedas saat puasa: sesuaikan dengan kondisi tubuh dan jangan berlebihan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Selama berpuasa, banyak orang mendengar saran untuk menghindari makanan pedas saat sahur maupun berbuka karena dikhawatirkan dapat memicu gangguan pencernaan.
Lantas, apakah larangan ini benar-benar diperlukan?
Menurut dr. Ari Fahrial Syam, Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Kolegium PB-PAPDI, dalam wawancaranya bersama Jawa Pos, “tidak ada larangan mutlak untuk mengonsumsi cabai saat puasa.”
Baca juga: Ramadan Bulan Al-Qur’an, Mahasiswa IAIN Gorontalo Ajak Perbanyak Tilawah
Ia menambahkan bahwa menghentikan konsumsi sambal atau cabai sepenuhnya tidak selalu diperlukan, selama dikonsumsi dalam batas wajar.
Cabai sendiri memiliki berbagai kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain serat, vitamin C, vitamin A, mineral, dan antioksidan.
Baca juga: Suka Minum Manis Saat Berbuka? Ini Batas Aman Konsumsi Gula Menurut Ahli Gizi
Kandungan ini membantu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal selama berpuasa.
Selain itu, cabai mengandung capsaicin, senyawa yang memberi sensasi pedas sekaligus memiliki sifat analgesik alami yang dapat meredakan pegal atau sakit kepala ringan.
Bagi sebagian orang, frekuensi makan dan minum yang berkurang saat berpuasa bisa memicu sembelit.
Menariknya, konsumsi cabai dalam jumlah wajar justru dapat membantu melancarkan buang air besar karena kandungan seratnya.
Baca juga: Buka Puasa Langsung Minum Kopi Sebelum Berkendara, Bikin Fokus atau Justru Ganggu Lambung?
4 Tips Aman Mengonsumsi Makanan Pedas Saat Puasa
Lalu, bagaimana memastikan cabai tetap aman dikonsumsi saat sahur dan berbuka?
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Batasi pedas bagi yang memiliki gangguan pencernaan
Bagi orang tanpa keluhan lambung atau pencernaan, cabai boleh dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.
Namun bagi yang memiliki riwayat gangguan pencernaan, sebaiknya membatasi tingkat kepedasan.
Baca juga: GORONTALO POPULER: Warga Sumatera Kagum Lihat Kokoo-Kronologi Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun
2. Hindari konsumsi pedas berlebihan
Meskipun menyukai makanan pedas, jangan berlebihan.
Konsumsi cabai yang terlalu banyak dapat menimbulkan iritasi lambung, rasa perih di perut, hingga diare.
3. Penderita maag atau gangguan lambung lainnya perlu berhati-hati
Capsaicin dalam cabai dapat merangsang produksi asam lambung sehingga berpotensi memperparah gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan perih.
Oleh karena itu, penderita maag sebaiknya menghindari makanan pedas saat sahur maupun berbuka.
Baca juga: Kultum Ramadan Nassar Said Subetan, Mahasiswa IAIN Gorontalo: Tamu yang Agung Menggugah Hati
4. Penderita ambeien atau wasir sebaiknya waspada
Sensasi panas dari makanan pedas bisa meningkatkan rasa tidak nyaman saat buang air besar.
Disarankan memperbanyak asupan serat dan cairan serta membatasi konsumsi pedas agar kondisi tetap stabil.
Intinya, kunci utama mengonsumsi cabai saat puasa adalah mengenali kondisi tubuh masing-masing.
Bagi yang tidak memiliki keluhan pencernaan dan tetap mengonsumsinya dalam jumlah wajar, makanan pedas tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan selama Ramadhan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Resep-Cumi-Asin-Pedas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.