KULTUM MILENNIAL

Kultum Ramadan Nassar Said Subetan, Mahasiswa IAIN Gorontalo: Tamu yang Agung Menggugah Hati

Bulan suci Ramadan kembali hadir sebagai momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab

Ringkasan Berita:
  • Ramadan adalah tamu agung yang membawa ampunan, rahmat, dan kasih sayang
  • Umat Islam diajak bersyukur atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci ini
  • Ramadan adalah peluang emas untuk memperbaiki akhlak dan kualitas ibadah mengingat pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Bulan suci Ramadan kembali hadir sebagai momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan tamu agung yang membawa ampunan, rahmat, serta kasih sayang bagi siapa saja yang menyambutnya dengan penuh kesadaran iman.

Pesan tersebut disampaikan oleh Nassar Said Subetan dalam kultum Ramadan bertajuk “Tamu yang Agung Menggugah Hati” yang disiarkan Tribun Gorontalo, Kamis (19/2/2026).

Mengawali tausiyahnya, Nassar menyampaikan rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan Ramadan, bulan yang penuh ampunan dan rahmat dari Allah.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita kembali berada di satu Ramadan, bulan yang penuh ampunan, bulan yang penuh rahmat, dan bulan yang penuh kasih sayang,” ujarnya.

Ramadan Bukan Sekadar Menahan Lapar

KULTUM RAMADAN — Nassar Said Subetan dalam kultum Ramadan bertajuk Tamu yang Agung Menggugah Hati yang ditayangkan oleh Tribun Gorontalo, Kamis (19/2/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com)
KULTUM RAMADAN — Nassar Said Subetan dalam kultum Ramadan bertajuk Tamu yang Agung Menggugah Hati yang ditayangkan oleh Tribun Gorontalo, Kamis (19/2/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com) (TribunGorontalo.com)

Nassar menekankan bahwa kewajiban puasa yang ditetapkan Allah bukanlah sekadar menahan lapar dan haus. Puasa merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membentuk pribadi yang bertakwa.

Ia mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an dijelaskan, puasa diwajibkan agar manusia mencapai derajat ketakwaan, bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum.

“Allah tidak mengatakan agar kita menjadi lapar atau haus. Tujuan puasa adalah agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.

Baca juga: Pemkab Bone Bolango Gorontalo Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadan

Momentum Perubahan Diri

KULTUM RAMADAN — Nassar Said Subetan dalam kultum Ramadan bertajuk Tamu yang Agung Menggugah Hati yang ditayangkan oleh Tribun Gorontalo, Kamis (19/2/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com)
KULTUM RAMADAN — Nassar Said Subetan dalam kultum Ramadan bertajuk Tamu yang Agung Menggugah Hati yang ditayangkan oleh Tribun Gorontalo, Kamis (19/2/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com) (TribunGorontalo.com)

Nassar menilai masih banyak umat Islam yang memaknai Ramadan sebatas rutinitas tahunan. Padahal, Ramadan adalah momentum besar untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa ketika Ramadan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Menurutnya, hal ini menjadi tanda bahwa Allah memberikan peluang seluas-luasnya kepada hamba-Nya untuk meraih ampunan dan pahala.

“Pada kesempatan yang istimewa ini, sudah sepatutnya kita sebagai hamba mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Nassar.

Puasa dengan Iman dan Mengharap Pahala

Lebih lanjut, Nassar mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Menurutnya, hadis tersebut mengandung dua syarat penting agar seseorang memperoleh ampunan Allah di bulan Ramadan: iman dan niat tulus mengharap pahala semata-mata dari Allah.

Nassar juga mengisahkan bagaimana para ulama salaf terdahulu memuliakan Ramadan. Mereka berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan bulan suci tersebut, lalu berdoa enam bulan berikutnya agar amal ibadah Ramadan diterima Allah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 27 Februari 2026 (9 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:17
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:15

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved