KULTUM MILENNIAL
Kultum Ramadan Nassar Said Subetan, Mahasiswa IAIN Gorontalo: Tamu yang Agung Menggugah Hati
Bulan suci Ramadan kembali hadir sebagai momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Sebagian ulama bahkan meninggalkan majelis yang tidak bermanfaat dan menutup kitab-kitab selain Al-Qur’an demi fokus penuh berinteraksi dengan kalam Allah.
Takut Tidak Mendapat Ampunan
Salah satu kisah yang disampaikan Nassar adalah tentang seorang ulama salaf yang justru merasa sedih ketika Ramadan tiba. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab bahwa ia takut tidak mendapatkan ampunan Allah meskipun telah bertemu dengan Ramadan.
“Ulama itu berkata, siapa yang tidak diampuni oleh Allah ketika bertemu dengan Ramadan, maka kapan lagi ia akan diampuni,” ujar Nassar.
Menutup kultumnya, Nassar menegaskan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri. Ia mengajak umat Islam untuk menjalani ibadah puasa dengan iman yang kuat dan niat tulus mengharap ridha Allah.
“Jika dua syarat ini kita tunaikan, insyaallah Ramadan benar-benar menjadi tamu agung yang membawa ampunan dan perubahan dalam hidup kita,” pungkasnya. (*)