THR ASN 2026
Cair Awal Ramadan 2026, Inilah Komponen THR ASN dan TNI-Polri
Pemerintah membawa kabar gembira bagi seluruh aparatur negara di tanah air menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah berencana mencairkan THR ASN, TNI, Polri, dan pensiunan pada awal Ramadan 2026 (1447 H). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat daya beli masyarakat
- Total anggaran nasional yang disiapkan mencapai Rp55 triliun. Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan/umum
- Pemprov Gorontalo telah mengalokasikan dana sebesar Rp30 miliar (Rp25 miliar untuk 6.000 PNS dan Rp5 miliar untuk 1.500 PPPK penuh waktu)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah membawa kabar gembira bagi seluruh aparatur negara di tanah air menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali mepet dengan Idulfitri, tahun 2026 ini Tunjangan Hari Raya (THR) direncanakan cair lebih awal, yakni sejak awal masa puasa.
Langkah progresif ini diambil sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah momentum peningkatan konsumsi kebutuhan pokok.
Dengan pencairan yang lebih cepat, diharapkan perputaran ekonomi di tingkat daerah maupun nasional dapat terakselerasi secara optimal sejak hari pertama Ramadan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan sinyal hijau terkait kepastian pendanaan tunjangan tahunan ini.
Menurutnya, pemerintah telah mematangkan koordinasi antar-lembaga untuk memastikan proses penyaluran berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.
Pemerintah tidak main-main dalam mengalokasikan anggaran untuk kesejahteraan abdi negara pada tahun ini. Total dana yang digelontorkan mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp55 triliun.
Angka ini mencakup seluruh elemen aparatur negara, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di pusat dan daerah, prajurit TNI, anggota Polri, hingga para pensiunan.
Kenaikan anggaran ini disesuaikan dengan penambahan jumlah personel dan penyesuaian gaji yang berlaku di tahun berjalan.
Menteri Purbaya menegaskan bahwa dana tersebut sudah masuk dalam postur APBN 2026. "Sudah pasti nanti akan cair, kita harapkan di awal-awal puasa sudah bisa disalurkan," ungkapnya saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pencairan di awal Ramadan ini juga merupakan respon pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan persiapan kebutuhan pokok dilakukan lebih dini. Dengan uang yang sudah di tangan, ASN tidak perlu lagi merasa cemas menghadapi fluktuasi harga pangan di pasar.
Strategi Instrumen Fiskal
Percepatan belanja negara melalui THR merupakan instrumen fiskal utama yang digunakan pemerintah tahun ini. Tujuannya sangat spesifik: menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap berkelanjutan sejak kuartal pertama.
Pemerintah menyadari bahwa konsumsi rumah tangga adalah motor penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan menyuntikkan likuiditas sebesar Rp55 triliun ke pasar, dampak rembetannya (multiplier effect) akan sangat terasa bagi pedagang kecil dan UMKM.
"Kita keluarkan semua belanjanya mungkin di bulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan masih kuat," tambah Purbaya. Hal ini menunjukkan bahwa THR bukan sekadar kewajiban pemberi kerja, melainkan alat kendali ekonomi makro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Aparatur-Sipil-Negara-ASN-Provinsi-Gorontalo.jpg)