Berita Internasional
AS Pilih Diplomasi dengan Iran, Trump Tetap Siapkan Opsi Kekuatan Militer
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan tetap menempuh jalur diplomasi dengan Iran terkait program nuklirnya, namun tetap membuka opsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/IRAN-DAN-AMERIKA-Opsi-lain-dipertimbangkan-Donald-Trump-Presiden-Amerika.jpg)
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat akan melanjutkan diplomasi dengan Iran terkait program nuklir melalui perundingan di Oman.
- Presiden Donald Trump menuntut Iran tidak memiliki kemampuan nuklir, namun tetap membuka opsi selain negosiasi.
- Selain isu Iran, Gedung Putih juga menyinggung hubungan dengan Kuba serta kebijakan imigrasi domestik AS.
TRIBUNGORONTALO.COM - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan tetap menempuh jalur diplomasi dengan Iran terkait program nuklirnya, namun tetap membuka opsi lain jika negosiasi tidak membuahkan hasil.
Pernyataan ini disampaikan Gedung Putih menjelang perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Muscat, ibu kota Oman.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pembicaraan antara Washington dan Teheran akan difokuskan pada program nuklir Iran serta sejumlah isu lain yang berkaitan.
“Diplomasi terus berjalan,” kata Leavitt dalam konferensi pers saat menjawab agenda perundingan yang akan digelar Jumat mendatang.
Menurut pejabat yang mengetahui persiapan perundingan, Presiden Donald Trump menegaskan tuntutan utama Amerika Serikat, yakni Iran tidak memiliki kemampuan nuklir sama sekali.
Pemerintah AS, kata Leavitt, ingin melihat apakah kesepakatan baru dapat dicapai melalui jalur negosiasi.
Meski demikian, Leavitt mengingatkan Iran bahwa diplomasi bukan satu-satunya pilihan bagi Amerika Serikat.
Ia menegaskan Presiden Trump memiliki berbagai opsi lain sebagai panglima tertinggi militer terkuat di dunia jika dialog gagal mencapai kesepakatan.
Untuk sementara, kedua negara terlihat berhati-hati. Baik Washington maupun Teheran belum mengumumkan target waktu penyelesaian negosiasi.
Selain isu Iran, Leavitt juga menyinggung hubungan Amerika Serikat dengan Kuba.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo Hari Ini Jumat, 6 Februari 2026: Sejumlah Wilayah Didominasi Hujan Ringan
Ia menanggapi sikap pemerintah Kuba yang ingin pembicaraan dilakukan secara setara.
Leavitt justru menilai pemerintah Kuba sedang menghadapi situasi sulit dan seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan kepada Presiden AS.
Ia menambahkan Presiden Trump tetap terbuka terhadap diplomasi, termasuk dengan pemerintah Kuba.
Di dalam negeri, Leavitt menyatakan Trump bersedia bernegosiasi dengan Partai Demokrat terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan reformasi imigrasi.
Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan mengubah komitmen utama untuk mendeportasi imigran ilegal.
Leavitt menjelaskan pernyataan Trump mengenai pendekatan “lebih lunak” dalam kebijakan imigrasi bukan berarti pelonggaran aturan, melainkan peningkatan kerja sama antara pemerintah federal, negara bagian, dan otoritas lokal agar penegakan hukum berjalan efektif.
Ia juga menyoroti ketegangan antara otoritas imigrasi federal dan beberapa pejabat negara bagian yang dinilai memperumit proses penegakan hukum.
Pemerintah AS, lanjutnya, akan tetap memprioritaskan deportasi imigran ilegal yang terlibat tindak kriminal.
Leavitt memastikan otoritas imigrasi AS akan terus menjalankan tugas di berbagai kota, sembari menekankan pentingnya kerja sama lintas pemerintahan agar kebijakan tersebut berjalan maksimal.
(*)
| Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup |
|
|---|
| Geger! Iran Klaim Tembak Jet Siluman F-35, AS Masih Selidiki |
|
|---|
| Krisis Energi Global Makin Nyata, Sri Lanka Ubah Sistem Kerja Jadi 4 Hari Sepekan |
|
|---|
| Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon |
|
|---|
| Kongres Amerika Siapkan 10 Pertanyaan “Interogasi” untuk Presiden Trump Terkait Perang Iran |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.