Berita Nasional
Hashim Ungkap 4 Juta Hektare Hutan Konservasi Dikuasai Sawit Ilegal
Pemerintah menyoroti maraknya penguasaan kawasan hutan lindung dan taman nasional oleh aktivitas perkebunan kelapa sawit ilegal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/51122_sawit.jpg)
Ia menyampaikan pemerintah telah menyiapkan dana sebesar 120 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2 triliun untuk mendukung pengelolaan kawasan tersebut.
"Dua pekan lalu di London, Pemerintah Indonesia mengumumkan akan mengalokasikan dana sebesar 120 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun," kata Hashim.
Dana tersebut akan difokuskan pada kegiatan konservasi, pengembangan kawasan, serta pemeliharaan ekosistem di Way Kambas.
Kawasan ini dikenal sebagai habitat penting bagi sejumlah satwa langka seperti gajah dan badak Sumatera yang terancam punah.
Hashim menegaskan anggaran yang dialokasikan berasal dari sumber dana dalam negeri dan bukan bantuan dari pihak luar. Ia juga menyebut pengumuman rencana pendanaan tersebut turut disaksikan sejumlah tokoh internasional.
"Raja Charles III bahkan hadir langsung dalam acara tersebut. Ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana komitmen tersebut benar-benar dijalankan," ujarnya.
Selain Way Kambas, Hashim mengungkapkan adanya kawasan hutan seluas 90 ribu hektare di Aceh yang disebut sebagai lahan pribadi Presiden Prabowo Subianto. Kawasan tersebut, kata dia, direncanakan untuk dijadikan area konservasi gajah.
(*)