Sampah di Bone Bolango
Sampah Masih Menumpuk di Saluran Air Bulotalangi Timur Bone Bolango, Ini Kata Kepala Desa
Sampah menumpuk di saluran air Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo tak kunjung dibersihkan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
Ringkasan Berita:
- Sampah menumpuk di saluran air Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Bone Bolango
- Sampah tersebut akibat ulah warga buang sampah sembarangan dan sampah yang terbawa arus
- Sampah tersebut berbulan-bulan tak kunjung dibersihkan akhirnya menumpuk dan menyebabkan bau busuk
TRIBUNGORONTALO.COM - Sampah menumpuk di saluran air Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo tak kunjung dibersihkan.
Amatan Wartawan TribunGorontalo.com, pada Rabu (4/2/2026) siang, sampah tersebut akibat ulah warga buang sampah sembarangan dan sampah yang terbawa arus di saluran air tersebut.
Sampah tersebut berbulan-bulan tak kunjung dibersihkan akhirnya menumpuk dan menyebabkan bau busuk saat cuaca cerah pada Rabu siang
Adapun sampah yang menumpuk umumnya limbah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, dan lainnya. Belum ada upaya pemerintah atau warga sekitar untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.
Akibatnya volume sampah makin bertambah. Bahkan sampah sudah berserakan ke jalan dan aliran sungai.
Bau busuk menyengat dan mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang lewat.
Desa Bulotalangi Timur, berada di Kabupaten Bone Bolango. Desa ini berbatasan dengan Desa Tambo’o, Kecamatan Tilongkabila.
Desa ini berjarak 10–12 kilometer dari Kota Gorontalo, Ibu Kota Provinsi Gorontalo.
Lokasi sampah berada di jalan yang ramai dilalui kendaraan setiap hari.
Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Kantor Bupati Bone Bolango, sekaligus jalur alternatif masyarakat dari dan menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo.
Sampah Menumpuk Berbulan-bulan di Saluran Air Desa Bulotalangi Timur
Nurhayati Daud, warga Desa Bulotalangi Timur mengatakan sampah menumpuk di tempat tersebut sejak lama.
Ia menyebut, sampah itu bukan saja berasal dari warga sekitar, melainkan sampah kiriman yang terbawa arus aliran air.
“Ini sudah berbulan-bulan, bukan baru. Sampahnya itu mengalir lalu menumpuk di sini,” ujar Nurhayati.
Menurutnya, pemerintah bersama unsur TNI dan Polri sebenarnya sudah beberapa kali melakukan pembersihan.
Namun, kondisi bersih tersebut tidak bertahan lama karena sampah kembali muncul dan menumpuk.