Wisata Gorontalo

Rumah Alam Dunggala, Wisata Gorontalo Menuju Taman Satwa Profesional

Rumah Alam Dunggala di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, kini tengah bertransformasi.

Editor: Fadri Kidjab

Ringkasan Berita:
  • Sejak dibuka Desember 2023, Rumah Alam Dunggala sedang mengurus izin resmi untuk naik status dari sekadar tempat wisata edukasi menjadi Taman Satwa berstandar nasional dengan perluasan lahan minimal dua hektare
  • Pengelola menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesehatan satwa, terutama ular yang membutuhkan penanganan khusus saat mogok makan
  • Menawarkan tiket masuk yang ekonomis (Rp5.000 – Rp15.000) dan fasilitas lengkap termasuk vila, tempat ini menjadi pilihan populer bagi masyarakat Gorontalo

 

(Penulis: Putri Salsabilah, Magang TribunGorontalo.com)

TRIBUNGORONTALO.COM – Rumah Alam Dunggala di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, kini tengah bertransformasi. 

Dari destinasi wisata edukasi sederhana, tempat ini perlahan menapaki jalan menuju status sebagai taman satwa profesional yang diakui.

Sejak resmi beroperasi pada 26 Desember 2023, Rumah Alam Dunggala terus menarik perhatian masyarakat.

Awalnya, tempat ini hanya dikenal sebagai wisata kecil dengan koleksi satwa terbatas.

Namun, dalam waktu singkat, pengelola berhasil mengembangkan konsep yang lebih luas.

Visi mereka jelas: menjadikan Rumah Alam Dunggala sebagai taman satwa yang memenuhi standar perizinan nasional.

Pengelola Rumah Alam Dunggala, Saleh Ibrahim (30), mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi dalam merawat satwa.

Menurutnya, ular adalah satwa paling sulit ditangani.

“Merawat ular itu paling sulit. Kalau mereka mogok makan, kami harus memberikan treatment khusus,” ujarnya.

Treatment tersebut termasuk menjemur ular dan merendamnya dengan air rebusan daun sirih.
Tujuannya sederhana: mengembalikan nafsu makan ular yang hilang.

Baca juga: Kisah Yus Sahi Perintis Kopi Surplus Gorontalo: Makna Memanusiakan Manusia

Foto iguana dan buaya
RUMAH ALAM DUNGGALA -- Foto iguana dan buaya di Rumah Alam Dunggala. Satwa ini menjadi daya tarik pengunjung. (Sumber Foto: Putri Salsabilah, Magang TribunGorontalo.com)

Saleh menambahkan, untuk menangani ular berukuran besar, dibutuhkan tenaga minimal tiga hingga empat orang.

“Ular kalau mogok makan bisa sampai mati. Pernah ada yang setahun tidak mau makan, akhirnya mati,” katanya.

Selain ular, satwa lain juga membutuhkan perhatian khusus. Anjing dan kucing, misalnya, rutin dimandikan setiap Minggu siang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved