Petani Gorontalo Meninggal
Breaking News: Seorang Petani di Bulotalangi Timur Gorontalo Ditemukan Meninggal
Umar Nurani (54), warga Desa Bulotalangi Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, ditemukan meninggal dunia
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Petani-ditemukan-meninggal-dunia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Umar Nurani (54), seorang petani asal Desa Bulotalangi Timur, Bone Bolango, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (6/2/2026) setelah dilaporkan hilang selama sepekan.
- Jenazah ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA di kawasan hutan dengan medan yang sulit, berupa jalan setapak sempit, berlumpur, dan licin, sehingga warga harus menggunakan tandu darurat.
- Setelah berhasil dievakuasi menggunakan mobil pikap dari dalam hutan
TRIBUNGORONTALO.COM – Umar Nurani (54), warga Desa Bulotalangi Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama sekitar sepekan.
Informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, petani itu sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke aparat desa pada Jumat (6/2/2026).
Setelah laporan diterima, pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan aparat desa, keluarga, serta warga setempat.
Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, proses pencarian dimulai sejak siang hari.
“Laporan diterima pada Jumat, 6 Februari. Pencarian dilakukan bersama-sama dan korban ditemukan sekitar pukul 15.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Achril saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Jumat (6/2/2026) malam.
Menurut keterangan yang dihimpun, Umar Nurani telah tidak terlihat sejak sekitar sepekan terakhir.
Korban sehari-hari bekerja sebagai petani dan diketahui kerap beraktivitas di kebun serta kawasan hutan di sekitar desa.
Proses pencarian berlangsung di medan yang cukup sulit.
Diketahui akses menuju lokasi penemuan korban berupa jalan setapak sempit, berlumpur, dan dikelilingi hutan lebat.
Warga dan aparat harus berjalan kaki menyusuri jalur tanah yang licin sambil membawa tandu darurat.
Pada salah satu foto yang diterima redaksi, tampak sejumlah warga mengangkat tandu berwarna oranye melewati jalur hutan dengan vegetasi rapat di kiri dan kanan jalan.
Beberapa di antaranya menggunakan sepatu bot untuk menyesuaikan kondisi medan yang basah dan tidak rata.
Baca juga: Nama-nama 5 Penjabat Kepala Desa Dilantik Bupati Gorontalo per 5 Februari 2026
Setelah dievakuasi. jenazah korban yang telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah terlihat berada di bak mobil pikap di tengah kawasan hutan.