Pemkab Bone Bolango
Lestarikan Cerita Rakyat, Pemkab Bone Bolango Gelar Lomba Bertutur bagi Siswa SD dan MI
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar Lomba Bertutur
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya membaca sejak dini sekaligus membentuk karakter siswa melalui pemahaman nilai-nilai moral dalam cerita
- Materi lomba wajib mengangkat cerita rakyat, legenda, atau kisah kepahlawanan asli Gorontalo untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda
- Lomba ini memprioritaskan sekolah yang memiliki perpustakaan guna mendorong optimalisasi fungsi perpustakaan
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Gorontalo kepada generasi muda.
Target utama dari kegiatan ini adalah siswa kelas IV dan V, baik dari sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Bone Bolango.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone Bolango, Mesalina Vivi Saputra, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi panggung. Menurutnya, bertutur adalah proses literasi yang kompleks karena melibatkan kemampuan membaca, memahami, hingga mengolah informasi.
"Melalui lomba bertutur, anak-anak tidak hanya diminta membaca buku, tetapi juga memahami isi cerita dan menyampaikannya kembali. Ini adalah proses pembentukan karakter yang sangat penting," ujar Mesalina.
Pemilihan tema Cerita Rakyat Gorontalo juga bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan kearifan lokal tetap relevan di mata anak-anak zaman sekarang.
Baca juga: Persiapan Ketuk Sahur, Sekelompok Remaja di Liluwo Gorontalo Latihan Genderang Setiap Sore
Ketentuan dan Teknis Perlombaan
Untuk memastikan kualitas dan dampak yang berkelanjutan, panitia menetapkan beberapa aturan teknis utama:
• Basis Perpustakaan: Peserta diutamakan berasal dari sekolah yang memiliki perpustakaan aktif untuk mendorong optimalisasi fungsi perpustakaan sekolah.
• Materi Lokal: Cerita wajib bersumber dari legenda atau kisah kepahlawanan asli Provinsi Gorontalo.
• Batasan Konten: Peserta dilarang membawakan cerita fabel (tokoh binatang) serta materi yang mengandung unsur SARA dan kekerasan.
• Alat Peraga: Diperbolehkan menggunakan alat bantu mandiri selama tidak mendominasi dekorasi panggung utama.
Pemkab Bone Bolango telah menyiapkan total hadiah jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi bagi para pemenang:
Juara I: Rp5.000.000
JuarA II: Rp4.000.000
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kadis-mesalina.jpg)