Ramadan 2026
Persiapan Ketuk Sahur, Sekelompok Remaja di Liluwo Gorontalo Latihan Genderang Setiap Sore
Suara genderang bertalu-talu memecah suasana sore di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Pemuda di Kelurahan Liluwo, Kota Gorontalo, rutin menggelar latihan genderang setiap sore untuk menjaga kekompakan dalam tradisi membangunkan sahur selama bulan Ramadan
- Kegiatan ini dijalankan secara turun-temurun dengan biaya operasional yang berasal dari iuran mandiri para anggota sebagai bentuk semangat silaturahmi
- Cakupan Aksi yang Luas: Kelompok ini tidak hanya berkeliling di wilayah Kota Tengah, tetapi juga menjangkau area luas hingga ke Limboto, Kabupaten Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM – Suara genderang bertalu-talu memecah suasana sore di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (26/2/2026).
Sekelompok anak muda tekun berlatih di tepi Jalan Madura, tepatnya di pertigaan Indomaret.
Mereka memukul genderang dengan irama yang repetitif dan tempo beraturan.
Meski Ramadan telah memasuki hari kedelapan, semangat mereka tak surut untuk melestarikan tradisi membangunkan sahur.
Latihan ini biasanya dimulai sejak sore hari. Beberapa genderang tampak diikat kencang pada tiang listrik dan bilah bambu agar tidak bergeser saat dipukul. Mereka mengenakan pakaian sederhana—kaus, celana pendek, dan sandal—anak-anak muda ini tetap serius menjaga tempo.
Formasinya terdiri dari dua orang yang memegang genderang ukuran besar dan dua lainnya menggunakan ukuran kecil.
Sesekali latihan dihentikan sejenak untuk menyamakan irama.
Begitu dimulai kembali, bunyi genderang terasa lebih padu dari sebelumnya.
Sementara itu, beberapa pemuda lainnya bersama warga setempat tampak antusias menyaksikan latihan tersebut.
Sekitar lokasi, aktivitas warga berjalan normal. Cuaca cerah dan waktu menunjukkan pukul 17.00 Wita, lapak-lapak takjil mulai berjejer rapi di sepanjang trotoar Kalimadu.
Kendaraan melintas pelan di jalan raya. Beberapa pengendara menoleh sejenak, terhibur oleh aksi latihan tersebut.
Bagi warga Liluwo, suara genderang di sore hari sudah menjadi penanda khas Ramadan—sebuah simbol kesiapan anak muda menyambut waktu sahur saat dini hari nanti.
Mohamad Rafli Lilawa (13), salah satu anggota kelompok, mengungkapkan bahwa latihan ini dilakukan rutin setiap hari.
Menurutnya, latihan sore sangat krusial untuk menjaga kekompakan dan ketahanan fisik saat berkeliling nanti.