Berita Internasional
Trump Ancam Naikkan Tarif Produk Korea Selatan hingga 25 Persen, Apa Penyebabnya dan Dampaknya?
Pada Senin waktu setempat, Trump menyatakan akan menaikkan tarif impor terhadap produk Korea Selatan, termasuk mobil, kayu,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Para-pendukung-berkumpul-di-dekat-kediaman-resmi-Presiden-Korea-Selatan.jpg)
Jika ancaman Trump benar-benar direalisasikan, dampaknya dinilai signifikan bagi perekonomian Korea Selatan, khususnya sektor otomotif.
Industri mobil menyumbang sekitar 27 persen dari total ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat, sementara AS menyerap hampir setengah dari seluruh ekspor mobil Korea Selatan.
Kenaikan tarif kembali ke level 25 persen berpotensi membuat produk Korea Selatan kalah bersaing dengan produsen dari Jepang dan Uni Eropa, yang telah mengamankan kesepakatan tarif impor AS di level 15 persen.
Tak hanya itu, kebijakan tersebut juga berisiko memicu ketidakpastian baru di pasar global, mengingat rantai pasok otomotif dan farmasi Korea Selatan terhubung erat dengan industri manufaktur dunia.
Bagian dari Pola Tekanan Dagang Trump
Ancaman terhadap Korea Selatan bukanlah langkah terpisah. Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga melontarkan ancaman tarif terhadap sejumlah mitra dagang utama Amerika Serikat.
Akhir pekan lalu, Trump memperingatkan Kanada bahwa AS akan memberlakukan tarif 100 persen jika Ottawa tetap melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
Sebelumnya, pada awal Januari, Trump juga sempat mengancam negara-negara Eropa dengan tarif tinggi terkait isu pembelian Greenland, meski kemudian ia menarik kembali ancaman tersebut.
Hingga kini, pemerintah AS belum mengeluarkan pemberitahuan resmi untuk memberlakukan kenaikan tarif terhadap Korea Selatan. Namun, pernyataan Trump telah cukup untuk memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar dan mitra dagang Amerika Serikat.
(*)