Sains Populer
Waspada! Serangan Jantung Paling Banyak Terjadi di Akhir Desember
Bagi banyak orang, musim liburan identik dengan kebahagiaan, kebersamaan keluarga, dan perayaan.
Penanganan medis yang cepat bukan hanya menyelamatkan hidup, tetapi juga memberi kesempatan untuk menikmati lebih banyak momen liburan di masa depan bersama orang-orang tercinta.
Tak hanya melindungi diri sendiri, setiap orang juga bisa berperan menyelamatkan nyawa orang lain.
Jika seseorang mengalami serangan jantung atau kolaps akibat henti jantung di pesta, pusat perbelanjaan, atau acara keluarga, tindakan CPR (resusitasi jantung paru) yang dilakukan segera sambil menghubungi layanan darurat dapat menjadi penentu hidup dan mati.
Karena itu, AHA mendorong pentingnya mempelajari Hands-Only CPR, metode CPR sederhana tanpa napas buatan.
Organisasi tersebut bahkan menganjurkan setidaknya satu orang di setiap keluarga memiliki keterampilan ini.
AHA menyediakan video singkat dan mudah diikuti di situs Heart.org/HandsOnlyCPR, yang bisa ditonton bersama keluarga sebagai aktivitas liburan yang bermakna, dan berpotensi menyelamatkan nyawa.
Masa liburan juga dinilai sebagai momen tepat untuk membicarakan riwayat kesehatan keluarga.
Penyakit jantung dan stroke kerap bersifat turunan. Jika orang tua, saudara kandung, atau kakek-nenek memiliki riwayat gangguan jantung, maka risiko pada anggota keluarga lain juga meningkat. Namun dengan mengetahui riwayat tersebut, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih dini.
Ada sejumlah langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan jantung selama liburan.
Pertama, kenali gejala serangan jantung dan stroke, lalu bertindak cepat jika muncul. Semakin cepat mendapatkan bantuan medis, semakin besar peluang untuk pulih.
Kedua, atur pola makan dan minum dengan bijak. Tidak perlu sepenuhnya menghindari makanan favorit, tetapi cobalah membuat pilihan yang lebih sehat dan batasi konsumsi garam serta alkohol.
Ketiga, luangkan waktu untuk diri sendiri. Liburan sering kali melelahkan secara emosional, sehingga penting untuk mencari waktu relaksasi dan ketenangan.
Keempat, tetap aktif bergerak. Targetkan setidaknya 150 menit aktivitas fisik per minggu. Bahkan berjalan santai bersama keluarga sudah memberikan manfaat besar bagi jantung.
Terakhir, jangan lupakan kedisiplinan mengonsumsi obat-obatan. Jadwal liburan yang padat sering membuat orang lupa minum obat atau terlambat menebus resep.
Gunakan catatan obat dan rutin memantau tekanan darah untuk menjaga kondisi tetap stabil.
Dengan meningkatkan kesadaran dan menjaga kesehatan, masyarakat tetap bisa menikmati liburan tanpa mempertaruhkan nyawa.
Hadiah terbaik bagi diri sendiri dan keluarga di musim liburan bukanlah kemewahan, melainkan kesehatan yang terjaga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3052023_ilustrasi-jantung.jpg)