Sains Populer
Ilmuwan Temukan Penyebab Tersembunyi Penyakit Jantung, Bukan Kolesterol atau Tekanan Darah
Selama bertahun-tahun, dunia medis telah berjuang keras melawan penyakit jantung. Dokter membantu pasien mengendalikan diabetes, menurunkan
Ringkasan Berita:
- Para ilmuwan University of Michigan menemukan protein suPAR sebagai penyebab tersembunyi penyakit jantung yang tetap menyerang meski kolesterol dan tekanan darah sudah normal.
- Penelitian ini membuktikan bahwa kadar suPAR tinggi memicu peradangan kronis yang merusak pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis.
- Temuan yang dipublikasikan di Journal of Clinical Investigation ini membuka peluang pengobatan baru karena terapi jantung saat ini belum menyasar suPAR.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Selama bertahun-tahun, dunia medis telah berjuang keras melawan penyakit jantung.
Dokter membantu pasien mengendalikan diabetes, menurunkan tekanan darah, serta menekan kadar kolesterol jahat.
Obat-obatan seperti aspirin dan statin telah digunakan secara luas dan terbukti membantu mengurangi risiko.
Namun, di tengah berbagai upaya tersebut, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu.
Fakta ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa serangan jantung tetap terjadi, bahkan pada orang-orang yang kadar kolesterol dan tekanan darahnya sudah terkontrol dengan baik?
Baca juga: Ini Alasan Gorontalo Tak Punya UMK yang Biasanya Lebih Tinggi dari UMP 2026
Kini, para ilmuwan dari University of Michigan menemukan jawaban baru yang mengejutkan.
Mereka mengidentifikasi sebuah protein bernama suPAR (soluble urokinase plasminogen activator receptor) yang diduga menjadi penyebab tersembunyi mengapa penyakit jantung begitu sulit dicegah.
Protein suPAR diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh dan ternyata memainkan peran penting dalam proses aterosklerosis, yakni kondisi ketika pembuluh darah mengeras dan menyempit.
Aterosklerosis inilah yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.
Penyakit aterosklerosis diketahui memengaruhi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak di dinding arteri.
Selama ini, dokter memahami bahwa tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi mempercepat proses tersebut.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kadar suPAR yang tinggi juga dapat menjadi pemicu utama.
SuPAR berasal dari sumsum tulang dan berfungsi mengatur aktivitas sistem imun. Masalah muncul ketika kadar suPAR dalam tubuh terlalu tinggi.
Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh tetap aktif secara terus-menerus, menyebabkan peradangan kronis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JANTUNG-Para-ilmuwan-University-of-Michigan-menemukan-protein-suPAR.jpg)